Masjid Raya Sumbar Diharapkan Rampung Sebelum 2010
Pelaksanaan pembangunan Masjid Raya Sumbar yang terletak di bilangan Jl. Ahmad Dahlan - Jl. Khatib Sulaiman saat ini sudah memasuki tahap pengerjaan atap pada lantai satu. Pengerjaan tersebut sudah selesai sekitar 60 persen yang membutuhkan total biaya keseluruhan sebesar Rp59 miliar.
Masjid Raya Sumbar Diharapkan Rampung Sebelum 2010
Pelaksanaan pembangunan Masjid Raya Sumbar yang terletak di bilangan Jl. Ahmad Dahlan - Jl. Khatib Sulaiman saat ini sudah memasuki tahap pengerjaan atap pada lantai satu. Pengerjaan tersebut sudah selesai sekitar 60 persen yang membutuhkan total biaya keseluruhan sebesar Rp59 miliar.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Raya Sumbar, Marlis Rahman, di Padang, Kamis, mengatakan jika pengerjaan atap pada lantai I tersebut sudah selesai maka sudah bisa digunakan untuk tempat sholat yang sanggup menampung jemaah hingga 5000 orang.
Dia menjelaskan tahap selanjutnya adalah pengerjaan partisi-partisi pada lantai dua. Dikatakannya, pengerjaan partisi pada lantai dua itu diharapkan bisa dilakukan secepatnya karena berdasarkan 'master plan' Masjid Raya Sumbar, tempat sholat berada pada lantai dua tersebut.
Lebih lanjut dijelaskannya, pada bulan Januari 2009 berdasarkan simulasi progress pekerjaan, maka semua tiang utama masjid sebanyak empat buah ditambah tiang bundar bangunan utama sudah selesai dikerjakan berikut lantai satu dan lantai dua.
Pada bulan April 2009 ditargetkan pengerjaan rangka atap bangunan utama selesai dan pada bulan Oktober 2009 bangunan utama berikut atap masjid tersebut sudah selesai dikerjakan. Dengan demikian, semua proses pengerjaan Masjid Raya Sumbar dapat diselesaikan sebelum atau pada tahun 2010.
Masjid Raya Sumbar Butuh Dana Rp 100 Miliar
Pembangunan Masjid Raya Sumbar berlokasi di Jalan K.H.Ahmad Dahlan, hingga kini masih membutuh dana hingga Rp100 miliar lebih agar dapat dirampungkan hingga tahun 2009.
“Pembangunan masjid raya itu hingga kini masih membutuhkan dana Rp100 miliar dan kita sudah upayakan bantuan dari berbagai pihak termasuk warga Sumbar yang diperantauan,” kata Gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi, di Padang,
Menurut dia, untuk pembangunan masjid raya itu dibutuhkan dana Rp 210 miliar dan sebanyak Rp100 miliar diantaranya sudah dialokasikan dari APBD Sumbar, masing-masing dari APBD 2007 sebanyak Rp10 miliar, APBD 2008 Rp50 miliar, dan APBD 2009 Rp60 miliar.
Gubernur mengatakan, pihaknya menargetkan pembangunan masjid raya itu bisa rampung tahun 2009 karena merupakan satu kebanggaan masyarakat Minang.
Sebagai daerah yang berfilosofi Adat Basandi Sarak sarak Basandi Kitabullah yang kental nuansa Islam, namun hingga kini kita masih belum memiliki masjid raya yang mampu menampung ratusan jemaah, katanya.
Terkait hal tersebut tahun 2007 sudah dilakukan peletakan batu pertama untuk masjid tersebut dan secara bertahap sudah mengalir bantuan dari berbagai pihak.”Kita sangat berharap partisipasi masyarakat untuk menyelesaikan pembangunan masjid tersebut,” katanya.Pemda menargetkan 560 tiang pancang Masjid Raya rampung dibangun hingga akhir 2008.
“Proyek pembangunan Masjid Raya ini sedang berjalan, sampai akhir tahun kita targetkan pemancangan 560 tiang selesai,” katanya.
Dalam desain masjid dibangun dengan luas 18.800 m2 diharapkan dapat menampung 6000 jemaah. Dengan total luas masjid beserta fasilitas penunjang seperti food court, area bisnis dan komersial serta lainnya mencapai 30.236 m2.
Tahan Gempa
Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar) yang tengah dibangun ini didesain dengan konstruksi bangunan yang mampu menahan getaran gempa.
Menyikapi kondisi geografis Sumbar yang beberapa kali diguncang gempa berkekuatan besar, maka Masjid Raya Sumbar menggunakan konstruksi yang didesain mampu mengantisipasi getaran gempa kuat, kata Ketua Panitia Pembangunan Masjid Raya Sumbar, H Marlis Rahman di Padang, Senin.
Pembangunan Masjid Raya Sumbar, Sabtu (11/10) ditinjau oleh wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah pejabat pemerintah pusat lainnya.
Masjid dengan daya tampung total 20 ribu jemaah itu dibangun pada lahan seluas 40,98 hektare, sedangkan bangunan utama masjid seluas 18.091 meter persegi dengan dana pembangunan total diperkirakan Rp507,82 miliar.
Terkait konstruksi tahan gempa, menurut Marlis, para konsultan perencanaan mendesain bangunan Masjid Raya Sumbar dengan memperhatikan secara sempurna seluruh ketentuan dalam peraturan Gempa Indonesia terbaru.
Dengan demikian, apabila terjadi gempa berkekuatan besar, bangunan Masjid Raya Sumbar sudah didesain mampu menahan beban gempa tersebut, tambahnya.
Ia menjelaskan, struktur bangunan Masjid Raya Sumbar berupa open frame terbuat dari struktur beton bertulang dan baja untuk menahan beban vertikal dan lateral.
Struktur atap dibuat truss pipa baja disangga empat kolom beton miring setinggi 47 meter dan dua balok beton lengkung dengan mutu K-450. Terkait keresahan psikologis masyarakat terhadap isu bencana gelombang tsunami, pembangunan Masjid Raya Sumbar juga disikapi dengan meninggikan ruang shalat utama setinggi tujuh meter dari permukaan tanah sehingga dapat digunakan untuk lokasi evakuasi jika terjadi tsunami, tambahnya.
Rancangan bangunan masjid yang memberikan keamanan dari bencana itu diharapkan meminimalkan kekhawatiran jemaah ketika di dalam masjid sehingga lebih khusuk beribadah, demikian Marlis Rahman yang juga wakil Gubernur Sumbar itu.
(Telematika)