English
Indonesia
LINK PENTING
AGENDA
«« « September 2010 » »»
Hari Ini
Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2
Seberapa cepat akses anda ke Website Sumatera Barat ini

Cepat
Sedang-sedang saja
Lambat
Sangat lambat
iconchat

Bappeda Prov Sumbar

Dinas ESDM Prov. Sumbar

disnaksumbar

prasarana jalan, tata ruang dan permukiman

Badan Diklat Prov. Sumbar

DINAS PERTANIAN

Inspektorat

Badan Ketahanan Pangan
Selamat Datang di situs resmi Pemprov Sumatera Barat

Home / Arsip Berita


2009-03-05 09:03:32

Dana Pembangunan Masjid Raya Sumbar Tahap II Rp150 M

Memasuki minggu ke-60, pembangunan Masjid Raya Sumbar di Jalan Khatib Sulaiman di bekas SPMA Padang mulai menampakkan bentuk aslinya yang unik. Modelnya mirip gymnasium dan ada pula yang menyebutnya mirip mall. Pembangunan tahap I dengan dana Rp100 M sudah terealisasi 69,60 persen dari rencana 69,59 persen atau mengalami deviasi positif 0,007 persen.

 

Memasuki minggu ke-60, pembangunan Masjid Raya Sumbar di Jalan Khatib Sulaiman di bekas SPMA Padang mulai menampakkan bentuk aslinya yang unik. Modelnya mirip gymnasium dan ada pula yang menyebutnya mirip mall. Pembangunan tahap I dengan dana Rp100 M sudah terealisasi 69,60 persen dari rencana 69,59 persen atau mengalami deviasi positif 0,007 persen.

Tiga kolom miring setinggi 47 meter yang merupakan tonggak utama sebagai penopang bangunan sudah rampung, yang tersisa hanya satu kolom lagi. Bagian kolom merupakan pekerjaan tersulit, butuh 13 tahap pengecoran dengan waktu 108 hari untuk penyelesaiannya.

Dimensinya yang berbeda, makin ke atas makin kecil mengharuskan tim survei dan enginer selalu berkoordinasi untuk mencari titik koordinat yang tepat. “Kalau koordinat tidak tepat, corannya bisa benjol-benjol,” terang Project Manager PT Total Bangun Persada Tbk Sukirno dalam pemaparan progress report pembangunan Masjid Raya dihadapan Wakil Gubernur Sumbar Marlis Rahman, kemarin. Untuk menjaga keseimbangan dan kekuatan dari setiap kolom miring maka fondasinya dibangun dengan model bored pile sebanyak 24 titik dengan diameter 80 centimeter.

Kolom miring langsung ditancapkan ke dalam tanah dan dilakukan pengecoran dengan kedalaman 21 meter. Sementara, untuk menopang lantai dasar dibangun 631 tiang pancang dengan fondasi pile cup yang berdiameter antara 1,7 meter dan tertancap pada kedalaman 7,7 meter. Kedalaman fondasi tidak bisa dipatok tetapi menyesuaikan dengan struktur tanah. Kedalamannya sesuai titik jenuh tanah yang dites dengan beban seberat 50 ton. Lantasi dasar, lantai 1 dan lantai mezzanine sudah dicor.

Lengkung penghubung antar kolom sudah hampir rampung menuju titik pertemuan dibagian tengah, tinggal satu bagian lagi. Pertemuam lengkung akan dipercepat sehingga bisa selesai 8 Maret dari rencana semula 16 Maret. Untuk memudahkan pekerja melakukan mobilitas dan tetap aman maka sistem bekisting dan perancah tipe scapolding PD 8 yang lebih fleksibel, pekerja gampang berpindah-pindah sehingga pekerjaan lebih efisien.

Jika lengkung penghubung antar kolom sudah selesai, pekerjaan bisa dilanjutkan dengan pemasangan truss songket dengan rangka baja. Sesudah semuanya rampung baru dibangun truss diagonal yang diisi rangka baja bulat. Bagian luar akan ditutup dengan fiber tipe FRP yang dilengkapi dengan lobang-lobang bermotif songket, kaligrafi dan lainnya. “Kalau malam hari dan diberi pencahayaan dari dalam, motifnya akan kelihatan dari jauh,” tukas salah satu pekerja.

Kontraktor juga menegaskan 1 Agustus semua bagian penutup sudah selesai dikerjakan sehingga tahap satu yang direncanakan selesai Oktober bisa dipercepat dua bulan. Meski pelaksanaan tahap II belum jelas karena Pemprov masih mencari dana talangan tetapi konstruksi yang sudah selesai tidak akan terganggu dengan cuaca. Misalnya musim hujan tidak akan menyebabkan terjadinya korosi pada besi-besi karena sudah tertutup.

Masjid Raya ini selain tempat ibadah bisa juga menjadi evakuasi tsunami. Sebab lokasinya yang berada di zona enam dengan ancaman ketinggian gelombang laut lima meter tidak akan menembus lantai satu Masjid Raya karena elevasinya 6 meter. Daya tampung yang cukup besar mencapai 8 ribu orang juga merupakan tempat yang efektif bagi masyarakat.

Pembangunan tahap II membutuhkan dana sebesar Rp150 miliar lagi. Saat ini Pemprov Sumbar baru bisa memobilisasi dana dari masyarakat termasuk kerjasama dengan Telkomsel baru Rp3,3 miliar dan dari jamaah haji Rp100 juta. Dana Rp100 miliar dari APBD juga baru cair Rp75 miliar, sisanya akan diakomodir dalam APBD perubahan. Kontraktor berharap Pemprov bisa mencarikan dana sehingga pekerjaan tahap II bisa dimulai Juni.

“Pekerjaan itu bisa dilakukan simultan. Jadi tidak ada waktu vakum. Kami juga bisa genjot kekuatan 100 persen. Sekarang baru 80 persen saja,” ujar Sukirno berseloroh. Pemprov Sumbar sudah mengajukan proposal ke empat negara di antaranya Arab Saudi, Kuwait, Iran dan Brunai Darussalam. Beberapa negara seperti Kuwai dan Iran sudah siap membantu tetapi belum jelas nominalnya.

“Yang dengan Kuwait sudah ketemu dengan Pak Alwi Shihab, katanya sudah siap membantu tetapi belum tahu besarannya berapa. Yang ke Arab Saudi ada satu form lagi yang belum diisi. April ini kita akan berangkat ke Kairo meresmikan asrama mahasiswa baru. Pulang kita akan mampir di Riyad, Makkah dan Madinah untuk menelusuri lagi termasuk dari pihak swasta,” tukasnya. Jika dana tahap II segera bisa dicarikan maka Maret 2010 masjid tersebut sudah bisa operasional. (Geril Daulai - Padang Ekspres)

 



(Telematika)