Sumbar Butuh Benih Kerapu 2010u 177.000 Ekor
Padang, (ANTARA) - Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) membutuhkan benih ikan kerapu sebanyak 177.000 ekor sepanjang 2010 dengan target produksi hasil budidaya sebanyak 71 ton.
DKP Sumbar memprediksi kebutuhan benih tiga jenis ikan kerapu pada tahun depan akan meningkat menjadi 395 ribu ekor dengan target produksi hasil budidaya 158 ton.
        Selanjutnya, kebutuhan benih kerapu pada 2012 ditargetkan 640 ribu ekor dengan target produksi mencapai 256 ton hasil budidaya nelayan pantai barat Sumbar.
        Pada 2013 kebutuhan benih kerapu akan terjadi peningkatan lagi atau sekitar 927.500 ekor dengan target produksi hasil budidaya mencapai 371 ton.
        Sedangkan pada 2014 diperkirakan kebutuhan benih kerapu --jenis macan, tikus dan bebek-- akan mencapai 1.347.500 ekor dengan target produksi 539 ton.
        Yosmeri mengatakan, benih ikan kerapu untuk budidaya yang dikembangkan pada BBIP Sungai Nipah, BBIP Teluk Buo dan Kepulauan Mentawai jenis tikus, bebek dan macan.
        Saat ini, tambahnya, usaha budidaya kerapu sudah mulai dikembangkan di perairan Kota Padang, Teluk Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan jumlah produksi sebesar sembilan ton pada 2009.
        Budidaya ikan kerapu sudah dimulai sejak 2007 dan telah diekspor ke Hongkong, tapi masih pembeli asing tersebut yang datang menjemput dengan kapal.
        Ke depan, tentunya dengan produksi hasil budidaya terus meningkat untuk ekspor ke pasaran internasional itu melalui jalur udara. Selama ini ekspor ikan kerapu hidup berjalan lancar.
        Yosmeri mengatakan, DKP Sumbar terus mendorong masyarakat pesisir untuk mengembangkan budidaya kerapu dengan kerampa jaring apung, karena potensi cukup besar.
        Kendati selama ini, kebutuhan benih ikan kerapu sebagian masih di datangkan dari Situbondo dan Batam, terkait BBIP Teluk Buo Padang dan BBIP Mentawai, belum mampu memenuhi kebutuhan.
        Justru itu, DKP Sumbar sejak Sumbar sudah memiliki BBIP pengembangan benih kerapu sejak 2001 di Teluk Buo pada areal 1,4 hektar.
        Makanya, untuk mendukung itu dikembangkan lagi BBIP, khusus ikan kerapu di atas lahan seluas 1,8 hektar yang dibebaskan Pemkab Pesisir Selatan dan pembangunan fisiknya dari bantuan APBD provinsi dan dana pusat.
        Ia menjelaskan, daerah lokasi pengembangan budidaya kerapu di antaranya, kawasan Mandeh Pesisir Selatan seluas 55 ha, Teluk Sungai Bungin 18 hektar dan sungai Nipah 16 ha.
        Sementara itu, di Kota Padang terdapat di Bungus Teluk Kabung, dan di Pasaman Barat di kecamatan sungai Beremas dengan potensi lahan 150 hektar.
        Selanjutnya, Yosmeri, di Kepulauan Mentawai seluas 10.565 hektar tersebar pada sembilan kecamatan pada daerah 110 mill laut dari pantai Padang itu. (antara-sumbar.com)
(adrianto)