English
Indonesia
LINK PENTING
AGENDA
«« « September 2010 » »»
Hari Ini
Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2
Seberapa cepat akses anda ke Website Sumatera Barat ini

Cepat
Sedang-sedang saja
Lambat
Sangat lambat
iconchat

Bappeda Prov Sumbar

Dinas ESDM Prov. Sumbar

disnaksumbar

prasarana jalan, tata ruang dan permukiman

Badan Diklat Prov. Sumbar

DINAS PERTANIAN

Inspektorat

Badan Ketahanan Pangan
Selamat Datang di situs resmi Pemprov Sumatera Barat

Home / Arsip Berita


2010-03-11 08:03:48

Sumbar Cetak Sawah Baru 900 Hektar 2010

Padang, (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menargetkan pada 2010 percetakan sawah baru seluas 900 hektare lebih yang tersebar pada lima kabupaten sentra beras daerah itu.

Ia menjelaskan, program percetakan sawah baru pada 2009 sekitar 2000 hektare tersebar pada sejumlah kabupaten/kota. Kini luas areal sawah tadah hujan dan irigasi pada 19 kab/kota sekitar 235.952 hektare.

         Dengan adanya penambahan percetakan lahan sawah 2010, tentu diharapkan produksi beras Sumbar, terus terjadi peningkatan setiap tahunnya sehingga bisa mendukung program nasional swasembada pangan.

         Perluasan sawah akan didukung dengan program rehabilitasi sarana prasaran yang rusak akibat bencana alam, seperti saluran irigasi.

         Selain itu, perbaikan jaringan irigasi tempat usaha tani (Jitut) seluas 10.400 hektar dan jaringan irigasi desa (Jides) seluas 8.130 hektare.

         Kemudian diprogramkan pemberian bantuan bibit bagi petani sebagai bentuk penanganan pasca bencana, serta pengadaan alat dan mesin pertanian untuk petani korban gempa.

         Djoni menjelaskan, pemanfaat sawah yang luas terbentang tersebar pada 19 kabupaten dan kota di provinsi itu, telah dibarengi dengan inovasi teknologi pertanian dengan program pengembangan padi sebatang melalui SRI (sistem of rice intensification).

         Pengembangan padi tanam sebatang pada daerah sentra besar sudah seluas 30.000 hektare dan ditargetkan pada 2010 mencapai 100.000 hektare.  
    Padi tanam sebatang sudah memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, yaitu efesiensi biaya produksi, pemakaian air, peningkatan produksi.

         Selain itu, peningkatan kualitas padi dan perbaikan kesuburan tanah, bahkan produktifitas meningkat 25 persen sampai 30 persen atau dari 4,5 ton/ha menjadi 6 ton/hektare.

         'Pengembangan padi tanam sebatang harus digencarkan sehingga dampak dirasakan petani semakin baik dan biaya produksi kian berkurang,' katanya.

         Justru itu, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikulturan Provinsi Sumbar, pada 2009 melombakan antar kelompok tani pengembang padi tanam sebatang dengan hadiah dua unit mesin pembajak lahan sawah.

         Penyerahan lomba padi tanam sebatang 2009, katanya, diraih Kelompok Tani Limau Padang, Kabupaten Tanah Datar dan Kelompok Tani Jaya Bersama Kota Padangpanjang yang diserahkan Gubernur Sumbar, Marlis Rahman pada  acara peresmian gedung Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK). (antara-sumbar.com)

(adrianto)