Padang, (ANTARA) - Bantuan untuk korban gempa dengan kekuatan 7,9 skala Richter (setelah BMKG Padangpanjang meralat dari 7,6 SR) terus mengalir dari berbagai donatur, dan hingga Minggu (11/10) tercatat sebanyak Rp13,6 miliar.
       BMKG adalah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
        Sekretaris Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana (Sakolak PB) Sumbar, Sudirman Gani, di Padang, Minggu, mengatakan total bantuan dari berbagai donatur yang terkumpul sebanyak Rp13,60 miliar.
        'Bantuan dalam bentuk uang tunai seperti dari Dirjen ESDM, sebesar Rp7,3 miliar, pemerintah pusat sebesar Rp5 miliar serta bantuan dari para donatur yang ikut menyumbang,' katanya.
        Menurutnya, di samping dalam bentuk uang tunai, para donatur ada yang memberikan bantuan dalam bentuk barang.
        Bantuan dalam bentuk barang yakni, Indo Mei, beras, makan kaleng seperti Sarden, dan Biskuit, selimut dan lain sebagainya.
        Dia mengatakan, bantuan yang diterima Sakorlak PB Sumbar, langsung di distribusikan masing-masing daerah yang terkena gempa.
        'Tidak ada bantuan dari para donatur tersebut yang menumpuk di gudang Sakorlak Penanggulangan bencana (Sakorlat PB) Sumbar', katanya.
        Berikut rincian bantuan yang telah disalurkan untuk korban gempa yang ada di Sumbar;
   Para relawan atau petugas yang membawa bantuan sebanyak 136 dus air mineral, 70 kg beras, tujuh dus Sarden, 100 lembar selimut, 12 lembar tikar.
        Droping dari udara Polda Sumbar 600 dus mie instan, 150 kaleng biskuit, 60 selimut, tiga3 lembar pakaian. droping IOF ke Tandiket 1.000 dus mie instan, 25 dus air mineral, 100 kaleng biskuit, 50 lembar selimut.
        Droping dari Poltabes 200 dus mie instan, 50 dus air mineral, 250 kg beras, tiga dus susu, lima dus roti kering, 50 kg gula.(
antara-sumbar.com)
(adrianto)