English
Indonesia
LINK PENTING
AGENDA
«« « September 2010 » »»
Hari Ini
Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2
Seberapa cepat akses anda ke Website Sumatera Barat ini

Cepat
Sedang-sedang saja
Lambat
Sangat lambat
iconchat

Bappeda Prov Sumbar

Dinas ESDM Prov. Sumbar

disnaksumbar

prasarana jalan, tata ruang dan permukiman

Badan Diklat Prov. Sumbar

DINAS PERTANIAN

Inspektorat

Badan Ketahanan Pangan
Selamat Datang di situs resmi Pemprov Sumatera Barat

Home / Arsip Berita


2010-02-06 09:02:16

Sumbar Terima Anggaran Operasional Puskesmas Rp4,5 Miliar

Padang, (ANTARA) - Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menerima anggaran bantuan operasional untuk Puskesmas sebesar Rp4,5 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) pada 2010.

Ia menjelaskan, dana bantuan operasional untuk puskesmas itu, diperuntukan untuk menunjang berbagai program dan kegiatan tingkat puskesmas, di antaranya monitoring dan penyuluhan.

         Sebab, beragam kegiatan lebih banyak memberikan program layanan di luar puskesmas, bila dibandingkan dengan dalam pelayanan terhadap pasien yang datang berobat.

         Bahkan dari seluruh program kerja puskesmas, sebagian besar programnya berada di luar gedung, misalnya program usaha kesehatan lingkungan, kesehatan sekolah, dan penyuluhan.

         Karenanya, puskesmas merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat, tentunya bisa lebih dioptimalkan melalui bantuan dana tersebut.

         Peran dan fungsi puskesmas harus ditingkatkan dalam memberikan pelayanan, karena sudah ada dukungan dana, meskipun masih tergolong terbatas.

         'Kita terus dorong puskesmas dalam menjalankan upaya preventif tanpa meninggalkan upaya kuratif,' jelas Rosnini tanpa merinci bantuan dana untuk masing-masing puskesmas 2010.

         Kesempatan itu, ia menyarankan, pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar, supaya terus mendorong puskesmas, baik dalam bentuk anggaran operasional maupun kelangkapan peralatan dan tenaga medisnya.

         Sebelumnya, Rosnini menyebutkan, kerugian sarana kesehatan akibat gempa 7,9 Skala Richter (SR) pada 30 September 2009 lalu mencapai Rp500 miliar, peralatan medis sekitar Rp350 miliar.

         Sedangkan kerugian dalam pelayanan selama masa tanggap darurat, tambahnya, sebanyak Rp39 miliar dan klaim pelayanan pengobatan gratis korban gempa telah diusulkan ke Depkes senilai Rp1,98 miliar.(antara-sumbar.com)

(adrianto)