SOSIALISASI PERATURAN TENTANG PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING (TKA)


Post by Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi(Saiful Bahri) | Posted on 19 Mei 2017 07:57:42 WIB | Tenaga Kerja | 1374 kali dibaca


SOSIALISASI PERATURAN TENTANG PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING (TKA)

Di Indonesia khususnya di Provinsi Sumatera Barat kebutuhan Tenaga Kerja Asing (TKA) tak dapat dihindari, karena ada beberapa tujuan yang salah satunya adalah soal alih teknologi dan alih keahlian. Di sisi lain, mempekerjakan tenaga kerja asing akan memakan biayanya lebih besar, dan tentunya harus memenuhi banyak syarat. Perusahaan pengguna pun tak luput dari beragam aturan ketat.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 16 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing, yang sudah diubah dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 35 Tahun 2015, tenaga kerja asing yang hendak masuk ke Indonesia harus memenuhi banyak syarat. Di antaranya, punya latar pendidikan yang sesuai, selain itu juga harus punya sertifikat kompetensi, atau setidaknya memiliki pengalaman 5 tahun dibidang yang sama.

Saat bekerja, mereka juga didampingi oleh tenaga pendamping. Mereka pun wajib mengalihkan keahliannya kepada tenaga pendamping. Tenaga kerja asing juga harus punya asuransi yang berbadan hukum Indonesia. Bagi mereka yang kerja lebih dari 6 bulan wajib punya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan ikut dalam program jaminan sosial.

Perusahaan yang mempekerjakan juga dibebani berbagai syarat. Mereka harus mengajukan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA), serta wajib mengantongi Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). Izin ini harus diperbarui dalam jangka tertentu, tergantung jabatan dan jenis pekerjaan. Jika tenaga asing sudah siap, perusahaan tersebut juga harus membayar Dana Kompensasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing (DK-PTKA) sebesar US $100 per jabatan, per bulan, per tenaga kerja dan setara dengan Rp.1,3 juta per bulan ini harus dibayar di muka.

Masih banyak peraturan yang perlu disiapkan perusahaan di dalam negeri untuk bisa mempekerjakan tenaga asing. Sementara kebutuhan tenaga asing memang akan semakin bertambah. Sejak pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), tenaga kerja asing yang masuk dan bekerja di Indonesia berdasarkan  IMTA per akhir Februari 2016 mencapai 5.339 orang. Januari ada 2.067 orang untuk TKA yang bekerja lebih dari 6 bulan.

Jabatan yang dominan diisi tenaga kerja asing di Indonesia adalah profesional, direksi, manajer, advisor/konsultan, komisaris, teknisi ahli dan supervisor ahli. Perusahaan milik negara (BUMN) yang sudah bersiap untuk menjadi pemain global, juga tak akan luput dari kebutuhan tenaga asing untuk diperkerjakan di dalam negeri. Karena itu pemahaman soal aturan penggunaan tenaga kerja asing ini mutlak diperlukan agar tidak terjadi kesalahan di kemudian hari.

Untuk memberikan  pengetahuan dasar serta menyiapkan dan mengatasi masalah perizinan penggunaan tenaga kerja asing, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat mengadakan Sosialisasi Peraturan di Perusahaan Tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 35 Tahun 2015, yang telah dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2017 di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat.


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • BATIGO FEST

    • Senin, 28 Oktober 2019
    • Sabtu, 02 November 2019
  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh