TP-PKK PROVINSI SUMATERA BARAT MOU GERAKAN TANAM CABAI TAHUN 2017


Post by Tenaga Artikel(Zakiah) | Posted on 07 Maret 2017 10:57:47 WIB | Artikel | 937 kali dibaca


Salah satu program prioritas PKK adalah pemanfaatan pekarangan (HATINYA PKK)  yang tetap merupakan program unggulan dalam mendukung ketahanan pangan untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga. Program ini juga menjadi jawaban kebutuhan akan sumber daya pangan yang terus meningkat, sementara ketersediaan lahan semakin terbatas dan berkurang. Sehingga keberadaan lahan pekarangan,sesempit apa pun,dapat memberikan hasil positif apabila dimanfaatkan secara tepat dan optimal. Disinilah dibutuhkan peran PKK  sebagai salah satu kekuatan yang dipandang turut mensukseskan keberhasilan pembangunan pertanian di Indonesia.

Kita tahu bahwa saat ini di Indonesia, terjadi fluktuasi harga cabai yang meninggi, sampai ada Rp.200.000/Kg di Samarinda Kaltim, sehingga meresahkan masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang selalu menyiapkan masakan berbumbu cabai didapurnya. Kondisi harga cabai yang melambung tinggi ini disebabkan antara lain oleh faktor cuaca dan distribusi. Sehingga Pemerintah melalui Kementrian Pertanian mengembangkan program Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan dengan Gerakan Tanam Cabai Serentak di Seluruh Indonesia.

Kegiatan yang dilakukan hari ini merupakan tindak lanjut dari program pemerintah yang diberi nama Gerakan Tanam Cabai (Gertamcabai), agar masyarakat mampu menanam bibit cabai di lahan pekarangan, dan memeliharanya yang akan diserahkan kepada masyarakat, termasuk Tim Penggerak PKK beserta semua kadernya di seluruh Indonesia.Sehingga kebutuhan akan cabai terpenuhi,menghasilkan panen cabai yang baik bahkan semoga bisa swasembada di Provinsi Sumatera Barat.

Menindaklanjuti Program Pemerintah Pusat inilah, Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Barat, pada tanggal 1 Februari 2017 di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat , melakukan penandatanganan MOU atau Perjanjian Kerjasama dengan BPTP Sukarami-Dinas Pangan-Dinas Tanaman Pangan,Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, yang muaranya adalah mewujudkan ketahanan pangan keluarga melalui gerakan tanam cabai di lahan pekarangan. Penandatangan langsung oleh Ibu Hj.Nevi Irwan Prayitno, selaku Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat dengan Bapak Kepala Balai Pengkajian Tekhnologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat,Dr.Chandra Indrawanto,MSc, juga dengan Bapak Kepala Dinas Tanaman Pangan,Hortikultura dan Perkebunan,Ir.Chandra,MSi. Serta Bapak Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat, Ir.Efendi,MP.

            Untuk itu follow up dari MOU ini akan dibagikan dan didistribusikan 150.000 bibit cabai siap tanam dari BPTP dan Balitbu secara bertahap untuk TP-PKK Provinsi dan TP-PKK Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat, dimana jumlah dan tempat pembagian atau pengambilan bibit cabai telah difaxkan suratnya oleh TP-PKK Provinsi Sumatera Barat kepada TP-PKK Kabupaten/Kota. Sementara hari ini hanya pembagian secara simbolis kepada masing-masing Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota yang hadir.

Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, Ibu Hj.Nevi Irwan Prayitno dalam sambutannya berpesan untuk seluruh TP-PKK Kabupaten/Kota, agar bibit cabai yang dibagikan ini, hendaklah difokuskan untuk diberikan kepada 5 Daerah Binaan sekretaris, pokja 1, pokja 2, pokja 3 dan pokja 4 di masing-masing Daerah Kabupaten/Kota.Selebihnya juga untuk pengurus TP-PKK  secara berjenjang agar ikut menanam bibit cabai dirumah masing-masing. Dimana secara tekhnisnya bibit cabai dalam polybag kecil ini diharapkan bisa dipindahkan untuk ditanam dilahan pekarangan dengan menggunakan polybag ukuran 30x40 cm, ataupun kaleng/ ember/wadah lain sebagai media tanamnya.Karena cabai termasuk tanaman yang rentan kena hama juga membutuhkan perawatan dalam pemeliharaannya, tentunya setiap pengurus dan kader PKK juga harus tahu bagaimana tata cara budidaya cabai yang baik, agar sebar bibit cabai ini tidak sia-sia gagal dalam proses tanamnya.

Untuk itulah,dibutuhkan kerjasama juga dengan  Dinas Tanaman Pangan,Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat , dalam hal pengawalan, dan pendampingan keberhasilan penanaman cabai oleh kelompok dasawisma PKK di Sumatera Barat.

Disamping itu MOU TP-PKK Provinsi Sumatera Barat dengan Dinas Pangan  dalam hal program peningkatan ketahanan pangan dan gizi keluarga, melalui konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Dimana, kita mendapatkan bantuan 18 paket KRPL yang diperuntukkan 1 paket masing-masing di 18 Kabupaten/Kota, kecuali Kabupaten Kepulauan Mentawai, di Tahun 2017 ini. Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) adalah sebuah konsep lingkungan perumahan penduduk yang secara bersama-sama mengusahakan pekarangannya secara intensif untuk dimanfaatkan sumber pangan secara berkelanjutan dengan pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dalam suatu kawasan, untuk: Pemenuhan kebutuhan pangan & gizi keluarga, peningkatan pendapatan keluarga, meningkatkan kesejahteraan melalui partisipasi masyarakat.

Kegiatan KRPL berlandaskan pada prinsip :Ketahanan dan mandirian pangan rumah tangga;Diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal;Konservasi sumber daya genetik tanaman pangan untuk masa depan; dan Peningkatan Kesejahteraan rumah tangga dan masyarakat.Adapun sasaran dari kegiatan KRPL adalah berkembangnya kemampuan keluarga dan masyarakat secara ekonomi dan sosial yang bermartabat dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi secara lestari menuju keluarga dan masyarakat yang mandiri dan sejahtera.

Output dari kegiatan KRPL adalah :1. Tersedianya sumber pangan dan gizi keluarga yang diperoleh dari pemanfaatan pekarangan; 2. Meringankan biaya kebutuhan rumah tangga dalam penyediaan bahan pangan lokal; 3. Menumbuhkan produktifitas sumber daya manusia.

Ibu Nevi berharap seluruh Ketua TP-PKK Kabupaten/Kota beserta  seluruh jajaran PKKnya dapat menyiapkan segala sesuatu terkait dukungan untuk suksesnya program ini.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan sosialisasi dan demo langsung oleh tenaga ahli dari BPTP Sukarami tentang tata cara bertanam cabai yang baik serta antisipasi jika dilapangan terjadi hama dan penyakit yang mengganggu pertumbuhan cabai yang sudah ditanam.

============SZ=============


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • BATIGO FEST

    • Senin, 28 Oktober 2019
    • Sabtu, 02 November 2019
  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh