Nasrul Abit Layak Pimpin Ketua Kwarda Pramuka Sumbar


Post by Diskominfo(EKO KURNIAWAN, S.Kom) | Posted on 25 Januari 2017 10:36:27 WIB | Artikel | 474 kali dibaca


Nasrul Abit Layak Pimpin Ketua Kwarda Pramuka Sumbar

Oleh: Noa Rang Kuranji

Pasca meninggalnya mantan Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim Akt, MM, beberapa bulan silam, praktis hingga kini jabatan Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Sumbar yang beliau pegang selama ini jadi kosong.

Seharusnya, pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) kabupaten/kota se-Sumbar harus berani mengambil inisiatif demi menyelamatkan roda organisasi tersebut meski periode kepengurusan Kwarda Pramuka Sumbar 2012-2017 akan berakhir pada Agustus mendatang. Namun sayangnya, sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan dilakukan pergantian pimpinan sementara (Plt) menjelang terlaksananya Musyawarah Daerah (Musda) atau Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Pramuka Sumbar.

Menurut Andri Yusran, salah seorang pengurus Kwarda Pramuka Sumbar, sebenarnya tidak ada aturan yang menetapkan bahwa untuk posisi Ketua Kwarda itu harus Wakil Gubernur (Wagub). Hanya saja, selama ini kebanyakan ketua Pramuka di daerah ini selalu dipegang wakil kepala daerah setempat. Termasuk di Provinsi Sumbar. Misalnya, Ketua Kwarda Pramuka Provinsi dipegang Wagub dan Ketua Kwarcab kabupaten/kota juga dipimpin wakil bupati atau wakil walikota.

Meski demikian, Andri Yusran juga mengakui, posisi wakil kepala daerah juga menguntungkan bagi kelangsungan dan pengembangan organisasi pramuka di daerah. Sebab, sesuai perintah UU, organisasi Pramuka termasuk salah satu organisasi kepemudaan dan pelajar yang mendapatkan dana hibah rutin setiap tahunnya. Dikhawatirkan, bila Ketua Pramuka itu dipimpin bukan pejabat daerah, perhatian pemerintah daerah terhadap organisasi Pramuka juga akan berkurang. Soalnya, posisi pejabat daerah dinilai lebih punya bargaining dibanding yang bukan pejabat daerah.

Seharusnya tidak demikian. Mau dipimpin seorang pejabat daerah atau tidak, organisasi Pramuka harus tetap jalan dan pemerintah pun wajib memberikan perhatian penuh karena merupakan amanat UU dalam rangka pembentukan karakter anak bangsa. Sebab, organisasi Pramuka telah banyak melahirkan tokoh-tokoh pemimpin bangsa yang memiliki mentalitas yang bagus, disiplin dan bertanggungjawab dengan pekerjaan yang diamanahkan kepadanya.

Makanya, organisasi Pramuka itu sejak zaman orde lama sampai sekarang tetap eksis dan tidak pernah dibubarkan pemerintah. Bahkan, kegiatan Pramuka tersebut dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan nasional mulai dari sekolah dasar (SD) hingga tingkat sekolah menengah atas (SMA). Termasuk ke jenjang pendidikan perguruan tinggi, Pramuka menjadi salah satu kegiatan ektra kokurikuler bagi mahasiswa.

Untuk itu, agar organisasi Pramuka Sumbar tidak mengalami stagnasi, menurut penulis, sudah sepatutnya digelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) guna memilih ketua yang baru pengganti almarhum Muslim Kasim (mantan Wagub Sumbar).

Jadi, sosok pengganti yang tepat dan layak itu adalah Wagub Sumbar saat ini, yakni Nasrul Abit. Alasannya, selain telah memiliki pengalaman menjadi Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Pesisir Selatan saat menjabat sebagai wakil bupati setempat, beberapa tahun silam, sosok Nasul Abit juga dinilai mampu untuk memajukan organisasi Pramuka Sumbar ke depan. (*)


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh