No Drugs! – Jenis jenis narkoba dan dampak yang ditimbulkannya.


Post by Badan Kesatuan Bangsa dan Politik(TITA SHANIA) | Posted on 01 November 2017 12:01:10 WIB | Artikel | 39 kali dibaca


Download File

 

Seringkali seseorang awalnya hanya mencoba, atau sekedar ikut ikutan trend, atau sedang ingin melupakan masalah, namun apapun penyebabnya, pada kenyataannya penggunaan narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya (narkoba) hanya akan menjerumuskan seseorang dalam masalah yang lebih buruk.

Narkoba, dikenal sangat bisa menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis, adalah bahan atau zat yang jika dimasukkan daalam tubuh manusia baik secara oral, dihirup ataupun disuntikkan dapat seketika mengubah suasana hati dan prilaku seseorang.

Narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Jenis jenis narkotika diantaraya tanaman papever, opium mentah, opium masak, opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja dan damar ganja. Garam garaman dan turunan morfina ataupun kokaina serta campuran dan sediaan yang mengandung bahan bahan diatas juga merupakan jenis narkotika.

Sedangkan psikotropika adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan aktivitas mental dan prilaku. Yang tergolong psikotropika adalah sedatin (pil BK), rohynol, magadon, valium, mandarax, amfetamine, fensiklindin, metakualon, metifenidat, fenobarbital, flunitrazepam, ekstasi, shabu, LSD dan sebagainya.

Bahan adiktif berbahaya lainnya merupakan bahan alamiah, sintetis maupun semi sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistem saraf pusat. Jenis jenisnya adalah alkohol yang mengandung ethyl etamol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon), atau obat anaestetik jika aromanya dihisap seperti lem, aceton, ether, dan sebagainya.

Umumnya zat dalam narkoba digunakan untuk pengobatan dan penelitian. Namun penyalahgunaan narkoba yang kian marak khususnya dikalangan generasi muda akan menimbulkan ketergantungan dan berakhir pada kecanduan. Jika narkoba digunakan secara terus menerus melebihi takaran yang telah ditentukan. Kecanduan akan narkoba akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat dan organ tubuh seperti jantung, paru paru, hati dan ginjal.

Dampak penyalahgunaan narkoba pada fisik, psikis dan kehidupan sosial.

  1. Dampak fisik

Gangguan neurologis (kejang, halusinasi, gangguan kesadaran), gangguan jantung dan pembuluh darah, gangguan kulit, gangguan paru paru (pulmoner), sering sakit kepala, mual/muntah, suhu tubuh meningkat dan susah tidur. Gangguan lain yang ditimbulkan adalah gangguan kesehatan reproduksi, risiko tertular HIV dan overdosis.

 

  1. Dampak psikis

Diantaranya seseorang akan menjadi ceroboh, lamban, sering tegang dan gelisah, hilang kepercayaa diri, apatis, pengkhayal, suka curiga, agitatif, sulit berkonsentrasi, kesal dan tertekan, cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman dan mencoba bunuh diri.

  1. Dampak sosial

Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan, menjadi beban keluarga dan masyarakat serta masa depan suram.


Berita Terkait :

Belum Ada Berita Terkait

 

Video

Foto

Kegiatan

  • WIKILATIH PADANG

    • Sabtu, 25 November 2017
    • Sabtu, 25 November 2017
  • GEBYAR PENDIDIKAN 2017

    • Kamis, 16 November 2017
    • Sabtu, 18 November 2017
  • arsip kegiatan

Tokoh