PEMBANGUNAN TENAGA KERJA INDUSTRI


Post by Dinas Perindustrian dan Perdagangan(BUDI SETIAWAN, ST, M.Si) | Posted on 06 Desember 2017 22:37:09 WIB | Artikel | 868 kali dibaca


Pembangunan industri perlu dukungan dengan berbagai kebijakan yang tepat. Kebijakan yang tepat dan dilaksanakan dengan konsisten akan menciptakan dunia usaha yang baik.

Salah satu kebijakan Pemerintah yang mendorong pembangunan industri adalah penyediaan tenaga kerja industri yang kompeten yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 41 Tahun 2015 tentang Pembangunan Sumber Daya Industri.

Di dalam Peraturan Pemerintah tersebut Pembangunan Industri nasional harus didukung dengan Tenaga Kerja Industri yang terdiri dari tenaga teknis dan tenaga manajerial.

1 Tenaga Teknis

Tenaga teknis harus mempunyai paling sedikit kompetensi teknis sesuai dengan SKKNI di bidang Industri dan pengetahuan manajerial. Pembangunan tenaga teknis dapat dilakukan paling sedikit melalui:

  1.  kegiatan Pendidikan Vokasi Industri berbasis kompetensi,
  2.  Pelatihan Industri Berbasis Kompetensi
  3. Pemagangan Industri.
  4. Tenaga teknis yang tidak melalui kegiatan tersebut diatas dinyatakan kompeten setelah melalui Sertifikasi Kompetensi oleh LSP.

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia yang selanjutnya disingkat SKKNI adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pendidikan Vokasi Industri adalah pendidikan tinggi dan pendidikan menengah kejuruan yang diarahkan pada penguasaan keahlian terapan tertentu di bidang Industri.

Pelatihan Industri Berbasis Kompetensi adalah pelatihan kerja yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan standar kompetensi bidang industri.

Pemagangan Industri adalah bagian dari sistem pelatihan kerja yang terpadu antara pelatihan di lembaga pelatihan dengan bekerja secara langsung dibawah bimbingan dan pengawasan pembimbing, dalam rangka menguasai keterampilan atau keahlian di bidang Industri.

Lembaga Sertifikasi Profesi yang selanjutnya disingkat LSP adalah lembaga pelaksana sertifikasi profesi yang mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Industri Berbasis Kompetensi diperuntukan bagi calon Tenaga Kerja Industri dan Tenaga Kerja Industri dan mengacu pada SKKNI bidang industri, serta memperhatikan kebutuhan Perusahaan Industri dan/atau Perusahaan Kawasan Industri atas Tenaga Kerja Industri.

Penyelenggaraan Pendidikan dan pelatihan Industri harus dilengkapi dengan LSP, pabrik dalam sekolah, dan TUK. Jika belum dilengkapi penyelenggara harus melakukan kerjasama dengan LSP sejenis dibidangnya, perusahaan industri dan/atau lembaga penelitian dan pengembangan.

Penyelenggara Pendidikan Vokasi Industri berbasis kompetensi dan penyelenggara Pelatihan Industri Berbasis Kompetensi dapat bekerja sama dengan Perusahaan Industri dan/atau Perusahaan Kawasan Industri berupa pengembangan kurikulum, praktik kerja dan penempatan lulusan.

Pemagangan Industri diperuntukan bagi calon Tenaga Kerja Industri dan Tenaga Kerja Industri. Pemagangan Industri dilaksanakan di Perusahaan Industri dan/atau Perusahaan Kawasan Industri. Perusahaan Industri dan/atau Perusahaan Kawasan Industri menyediakan fasilitas untuk Pemagangan Industri. Pemagangan Industri dilaksanakan atas dasar perjanjian pemagangan antara peserta magang dengan Perusahaan Industri dan/atau Perusahaan Kawasan Industri yang dibuat secara tertulis. Perjanjian pemagangan paling sedikit memuat ketentuan hak dan kewajiban peserta, hak dan kewajiban Perusahaan Industri dan/atau Perusahaan Kawasan Industri, serta jangka waktu pemagangan. Kamar dagang dan industri dan asosiasi Industri memfasilitasi pelaksanaan pemagangan di Perusahaan Industri dan/atau Perusahaan Kawasan Industri bagi calon Tenaga Kerja Industri dan Tenaga Kerja Industri. Calon Tenaga Kerja Industri dan Tenaga Kerja Industri yang telah mengikuti Pemagangan Industri dinyatakan memiliki kompetensi kerja setelah lulus Sertifikasi Kompetensi oleh LSP.

2. Tenaga manajerial

Tenaga manajerial menangani pekerjaan dibidang manajemen pada Perusahaan Industri dan/atau Perusahaan Kawasan Industri. Tenaga manajerial paling sedikit memiliki kompetensi manajerial sesuai dengan SKKNI di bidang Industri dan pengetahuan teknis.


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • BATIGO FEST

    • Senin, 28 Oktober 2019
    • Sabtu, 02 November 2019
  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh