Mencermati Pensiun


Post by Erwinfs(Erwinfs) | Posted on 07 Desember 2017 19:58:39 WIB | Artikel | 42 kali dibaca


Mencermati Pensiun

Harian Bisnis Indonesia edisi 6/12 dalam sebuah beritanya memuat judul “Laporan OECD: Usia Pensiun Global Meningkat”. DI dalam berita ini disebutkan bahwa Moody’s Investors Service mengeluarkan laporan yang berjudul “Sovereigns-Asia Pacific-Investment in human capital can offset demogaphic drag on growth”.

Dalam laporan ini disebutkan bahwa pertumbuhan angkatan kerja domestik yang melambat tidak diimbangi oleh partisipasi angkatan kerja yang lebih besar, dampak negatif akan mengintai. Yang dimaksud dampak negatif di antaranya adalah menurunnya tingkat mobilitas tenaga kerja dan menurunnya saving rate masyarakat.

Sementara itu usia pensiun rata-rata negara anggota OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) diperkirakan meningkat sebanyak 2 tahuan pada empat dekade mendatang. Mengapa usia pensiun akan naik? Karena diramalkan akibat faktor ddemografis. Pada kondisi ini jumlah penduduk berusia tua di negara maju akan bertambah karena membaiknya angka harapan hidup di negara tersebut.

Bagi beberapa negara atau mungkin banyak negara, mereka akan membayar uang pensiun warganya. Hal ini akan meningkatkan belanja negara. Sementara itu di Asia, ada kecenderungan melambatnya pertumbuhan jumlah angkatan kerja yang diikuti pertumbuhan jumlah orang berusia lanjut. Dan ini berpotensi melemahkan kondisi ekonomi negara tersebut.

Kondisi yang demikian dianggap akan menghambat pembentukan modal tetap dan sumber daya manusia dan menekan produktiitas. Dana Moneter Internasional (IMF) telah memperingatkan negara-negara Asia-Pasifik terhadap penuaan populasi masyarakat yang lebih cepat dari prakiraan. Karena IMF dalam laporannya, Asia Pacific Regional Economic Outlook menyebutkan bahwa populasi di Asia lebih cepat menua dibanding dengan benua lain. IMF mengkhawatirkan bahwa negara-negara Asia yang belum menjadi negara kaya akhirnya justru mengalami terlebih dahulu masalah penuaan penduduk. Sehingga negara tersebut tidak bisa mencapai kemajuan.

Jika melihat hal demikian, memang bagi Indonesia sendiri perlu kebijakan dari pemerintah agar masyarakat yang sudah bekerja atau memasuki usia angkatan kerja untuk menyiapkan pensiun mereka lebih awal. Karena di Indonesia jauh lebih banyak masyarakat yang tidak ditanggung pensiunnya oleh negara seperti ASN.

Selain itu, lembaga pengelola dana pensiun juga perlu melakukan sosialisasi lebih luas lagi kepada publik akan pentingnya dan juga manfaat menyiapkan pensiun sejak dini. Karena kondisi masyarakat Indonesia saat ini masih banyak yang belum tahu pentingnya persiapan pensiun.

Bank-bank yang memiliki lembaga dana pensiun juga perlu mempromosikan kepada nasabah dan publik tentang produk pensiun mereka. Karena fakta hari ini banyak bank yang justru menawarkan bank insurance yang berbeda dengan dana pensiun. Sehingga masyarakat akhirnya tidka mengetahui tentang adanya lembaga pengelola dana pensiun ini.

Jika lembaga internasional sudah mengkhawatirkan adanya pensiun dini yang berpengaruh terhadap kondisi atau mungkin ketahanan ekonomi sebuah negara, maka ini perlu penyikapan yang jelas dan cermat. Karena jika ternyata hal ini merugikan perekonomian di kemudian hari sudah seharusnya seluruh stakeholders bahu membahu mensosialisasikan ke masyarakat.

Dan masyarakat sebenarnya memiliki hak untuk mengetahui bagaimana cara ikut menjadi peserta dana pensiun, karena mereka pasti ada yang menginginkan hari tua mereka memiliki dana persiapan untuk menjalani kehidupan. (efs)

 

Referensi: Bisnis Indonesia, 6 Desember 2017  

ilustrasi: freefoto.com


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penyerahan Hasil Pengawasan Kearsipan Eksternal (LAKE) oleh ANRI ke Le

    • Kamis, 14 Desember 2017
    • Kamis, 14 Desember 2017
  • Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA) di Provinsi Sumatera Barat

    • Kamis, 14 Desember 2017
    • Kamis, 14 Desember 2017
  • arsip kegiatan

Tokoh