Dialog Interaktif "Pers Melawan Hoax dan Registrasi Sim Card"


Post by Diskominfo(EKO KURNIAWAN, S.Kom) | Posted on 13 Desember 2017 23:52:46 WIB | Berita Terkini | 603 kali dibaca


Dialog Interaktif

Padang, 13 Desember 2017

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumatera Barat, Ir. Yeflin Luandri, M.Si dan Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, Ir. Basril Basyar, MM menjadi narasumber dialog interaktif dengan tema " Pers Melawan Hoax dan Registrasi Sim Card" yang dipandu andiko duo Sangit (Sadig dan Sigit), di Radio Sushi 99,1 FM Padang.

Dalam paparannya, Yeflin Luandri mangatakan untuk menekan informasi hoax yang beredar di tengah masyarat, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumatera Barat bekerjasama dengan Persatuan Wartawan akan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat agar masyarakat bisa bersikap bijak dalam menerima informasi yang ada.

Yeflin Luandri menambahkan, untuk menekan berita hoax di radio dan televisi, sudah ada KPID sebagai lembaga negara independen yang berwenang sebagai legislator penyiaran.

Disisi lain Basril Basyar menjelaskan tentang perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 yang akan dilaksanakan di Kota Padang. Puncaknya 9 Februari 2018 dihadiri Presiden Joko Widodo. Banyak agendanya, salah satu, penyerahan hadiah kepada media cetak, televisi dan radio. 

Disamping itu adapula penghargaan tertinggi Adinegoro kepada wartawan maupun medianya. Berbicara mengenai hoax, Basril Basyar mengatakan seiring perkembangan zaman, banyak lahir berita hoax akibat ketidakpuasan terhadap pelayanan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat sehingga buka peluang oknum menyampaikan berita tidak benar. Itulah yang menjadi penyebab banyak faktor, tumbuh dan berkembangnya hoax. 

Menurutnya, masyarakat belum paham mana yang hoax ataupun tidak. "Jadi tugas kita sebagai dari pengurus, wartawan ataupun kominfo dari unsur pemerintah menekan berita hoax tersebut," jelasnya. 

Untuk menekan berita hoax tersebut, PWI Pusat sudah menyiapkan timnya. Bahkan melalui perwakilan di daerah, diminta menjelaskan secara benar kepada masyarakat terkait mana berita hoax ataupun yang tidak. 

Apabila merasa dirugikan akibat berita tidak benar, masyarakat mempunyai hak untuk koreksi sesuai yang tertuang dalam Undang-undang Pers.

Pada kesempatan itu, Yeflin Laundri juga mengimbau kepada masyarakat agar meregistrasi kartu sim cardnya sebelum 28 Februari 2018. "Pendaftaran kartu prabayar seluler ini diwajibkan kepada pelanggan seluler prabayar, baik yang baru maupun lama. Program ini dimulai pada 31 Oktober 2017 kemarin dan kartu akan berakhir pada 28 Februari 2018. Setelahnya dilakukan pemblokiran secara bertahap," tegasnya.


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • BATIGO FEST

    • Senin, 28 Oktober 2019
    • Sabtu, 02 November 2019
  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh