Dana Desa Lancarkan Hubungan Antar Kampung di Nagari


Post by Diskominfo(Drs. AKRAL, MM) | Posted on 19 Desember 2017 08:32:55 WIB | Berita Terkini | 625 kali dibaca


Dana Desa Lancarkan Hubungan Antar Kampung di Nagari

LUBUK NYIUR 12 Desember 2017,  Dana Desa yang masuk ke Nagari IV.Koto Mudiek Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan selama ini digunakan untuk membangun infrastruktur, karena memang itulah yang dibutuhkan oleh masyarakat Nagari. Adapun infrastruktur yang dibangun diantaranya pembangunan rabat beton untuk semua jalan kampung di nagari, jembatan gatung, irigasi tersier, pemberdayaan masyarakat, seperti beternak itik di lahan kering, pelstihan kesehatan dan pelatihan jurnalistik. Hal tersebut disampaikan oleh Walinagari IV. Koto Mudiek Syafran. SH.

Sebelumnya Bupati Pesisir Selatan yang diwakili oleh kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa /Nagari Pengendalian Penduduk dan KB Pesisir Selatan Rusdiyanto mengatakan bahwa" dalam proses perencanaan melibatkan seluruh masyarakat termasuk masyarakat perantau, publikasi disamping melalui baliho, spanduk papan informasi dan surat kabar juga melalui media sosial seperti WA dan website nagari, ssehingga mudah diakses dalam melakukan kontrol serta melibatkan partisipasi masyarakat.Selanjutnya beliau menambahkan, Lomba merupakan sesuatu yang dapat memotivasi penyelenggara Nagari dan masyarakat nagari untuk lebih giat lagi bekerja dalam membangun nagari, demikian beliau menutup pidatonya.

Selanjutnya ketua rombongan timpenilai Transparansi Pengelolaan Dana Desa Provinsi Sumatera Barat Drs. H. Basril Thaher dalam arahannya mengatakan " Semakin banyak orang tahu dan terlibat serta semakin banyak pula orang yang peduli terhadap pembangunan, maka semakin baik penggunaan tersebut. Transparansi merupakan sesuatu kekuatan dan juga sesuatu keharusan.

Selanjutnya Pak Bas mengatakan, bahwa adanya Hari Pers Nasional (HPN) di Sumatera Barat merupakan suatu keberuntungan bagi Sumbar, karena Sumbar dapat mempublikasikan dan mempromosikan pembangunan  di Sumatera Barat salah satunya melakukan Transparansi pengelolaan dana desa. Kegiatan ini merupakan satu-satunya dan yang pertama di Indonesia, kalau ini sukses akan dijadikan sebagai "model" di tingkat Nasional. Apalagi sekarang dengan Nawacita Presiden Jokowidodo membangun Indonesia dari desa atau Desa membangun Indonesia. Untuk merealisasikan ini semua dikucurkan dana yang cukup banyak ke d
esa oleh pemerintah, bahkan di  tahun 2017 ini dukucurkan dana desa 60 triliyun. Dana yang besar ini tentu dikelola dengan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku. Baik perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan serta memberitahukan kepada masyarakat.

Mantan kepala Biro Bangda Setda Prov. Sumbar ini juga menambahkan " peranserta seluruh elemen masyarakat sangat diharapkan sekali, seluruh kegiatan direncanakan dan ditetapkan di BAMUS, Pemerintah Kabupaten dan Provinsi diharapkan memberikan bimbingan dan pembinaan. Kegiatan juga dilakukan dengan sistem Padat Karya, semua bahan dan pekerja juga dari masyarakat nagari.

Mantan kepala Bawasda Sumbar ini juga mengajak kepada Pemerintah Kabupaten mari kita bantu Walinahari dalam bekerja terutama dalam merencanakan dan mempertanggungjawabkan dana Desa/Nagari, demikian beliau menutup arahannya.

Tim terdiri dari Drs. H. Basril Thaher, ir. Basril Basyar,  MM,  Heranpf,  Zulnadi, SH,Jayusdi Effendi, dan Gusfen Khairul, demikian dilaporkan. (by. Akral)

 


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • BATIGO FEST

    • Senin, 28 Oktober 2019
    • Sabtu, 02 November 2019
  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh