Media Sosial dan Biaya Lobi


Post by Erwinfs(Erwinfs) | Posted on 31 Januari 2019 23:38:42 WIB | Artikel | 104 kali dibaca


Bagi masyarakat Indonesia pengguna ponsel pintar dengan sistem operasi android, mungkin sudah tidak heran dengan aplikasi pencarian atau mesin pencarian bernama Google dan aplikasi email bernama Gmail. Ya, memiliki akun gmail adalah syarat untuk menjalankan sistem operasi android di ponsel pintar tersebut. Dan masyarakat Indonesia juga sudah banyak yang memiliki akun jejaring pertemanan bernama Facebook. 

Kebanyakan masyarakat Indonesia tidak menyadari bahwa penggunaan gratis gmail dan facebook akan memiliki konsekuensi terhadap informasi diri atau data pribadi mereka yang terdaftar di Google dan Facebook. Untuk itu, masyarakat pengguna google dan facebook harus mengatur keprivasian data mereka yang ada di kedua aplikasi tersebut. 

Harian Kontan edisi 24 Januari 2019 dalam salah satu halamannya menulis berita dengan judul “Dana Besar Google dan Facebook untuk Lobi” kemudian di kalimat berikutnya yang menjadi semacam sub judul atau angel berita tertulis “Pemerintah Amerika Serikat (AS) semakin ketat mengatur perusahaan teknologi raksaksa”. 

Dari kedua kutipan judul dan kalimat di atas terlihat bahwa pemerintah AS sangat ketat menjaga privasi warganya. Ini merupakan sebuah hal positif. Namun bagi Google dan Facebook, harus mengeluarkan biaya lobi yang cukup banyak di 2018. 

Untuk 2018 Google telah mengeluarkan biaya lobi sebesar 21 juta dolar AS. Angka ini melampaui pengeluaran Google tahun 2018 sbesar 18 juta dolar AS. Untuk menghindari tuduhan pemerintah AS yang menyatakan bahwa algoritma Google dan pencariannya penuh dengan pandangan konservatif yang sejalan dengan Presiden Trump, Google mengeluarkan dana 4,9 juta dolar AS dalam tiga bulan. 

Sementara untuk lobi terkait skandal privasi data pengguna dan kerentanan data, Google telah mengeluarkan dana 13 juta dolar AS di 2018. Dana ini lebih tinggi dibanding 2017 sebesar 11,5 juta dolar AS.  Sama halnya dengan Facebook yang dipanggil untuk kasus serupa oleh Kongres AS, telah mengeluarkan dana 2,83 juta dolar AS.     

Kongres AS mengawasi ketat masalah pelanggaran penggunaan data pribadi pengguna. Di antaranya masalah penggunaan platform media sosial oleh Rusia untuk mempengaruhi pemilu presiden AS tahun 2016. Selain itu kongres nampaknya juga mewaspadai perusahaan sebesar Google dan Facebook untuk mempengaruhi dunia politik. 

Kedua perusahaan teknologi ini nampak mematuhi aturan yang ada di AS, sehingga tidak memikirkan besarnya dana yang dikeluarkan untuk lobi.  Semoga di Indonesia juga bisa diterapkan hal seperti ini ke depannya. Agar data privasi pengguna bisa diselamatkan dari kepentingan politik dan lainnya yang memiliki tendensi negatif terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara serta bermasyarakat. (efs) 

Referensi: Harian Kontan, 24 Januari 2019


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh