Melebarnya Kesenjangan Ekonomi Dunia


Post by Erwinfs(Erwinfs) | Posted on 31 Januari 2019 23:40:15 WIB | Artikel | 182 kali dibaca


Melebarnya Kesenjangan Ekonomi Dunia

Harian Kontan edisi 28 Januari 2019 dalam salah satu halamannya menurunkan tulisan dengan judul “Perekonomian Dunia: Kesenjangan Sosial Antara Warga Miskin dan Kaya Melebar”. 

Dalam pertemuan pemimpin politik dan bisnis forum ekonomi dunia di Davos, Swiss dirilis oleh badan amal Oxfam International bahwa terjadi kesenjangan yang semakin l;ebar antara masyarakat kaya dan masyarakat miskin. Sistem pajak yang ada ternyata makin membebani masyarakat miskin. Hal ini menyebabkan mereka makin tersisih. Sementara di sisi lain menurut Oxfam ternyata pemerintah semakin sulit mendanai layanan publik. 

Dan terhyata, kesenjangan yang kian melebar itu menimbulkan kemarahan publik secara global. Jika miliarder baru muncul setiap dua hari selama 2018, maka setengah penduduk termiskin di dunia menyaksikan penurunan nilai kekayan mereka sebesar 11%. 

Kekayaan para miliarder naik 12% pada 2018, atau 2,5 miliar dolar AS per hari. Dan 3,8 miliar orang termiskin, kekayaan mereka turun 500 juta dolar AS setiap hari. Orang miskin menderita dua kali akibat hilangnya layanan dasar  dan membayar pajak lebih tinggi. 

Oxfam juga menyebut bahwa pajak orang kaya dan perusahaan telah dipotong dalam beberapa decade terakhir. Kemudian pemerintah memajaki orang miskin melalui pajak pertambahan nilai yang merupakan pungutan kepada konsumen. 

Pajak garam, gula, dan produk-produk dasar yang dibutuhkan orang menyebabkan orang miskin membayar lebih banyak secara relative dari pendapatan mereka dibanding orang kaya. 

Oxfam juga merilis bahwa 26 milarder terkaya memiliki asset setara asset 3,8 miliar orang termiskin di dunia. Kemudian 10.000 orang per hari meninggal karena kurangnya perawatan kesehatan. Oxfam menganggap hal ini akibat kegagalan pemerintah berinvestasi  di layanan publik dengan dana besar. 

Di samping itu 262 juta anak tidak bersekolah karena orangtuanya tidak bisa membayar uang sekolah, biaya seragam, dan buku pelajaran.

Belajar dari data tingkat dunia, maka mudah-mudahan kesenjangan tersebut tidak terjadi di Indonesia. (efs)

Referensi: Harian Kontan, 28 Januari 2019 

Foto ilustrasi: shutterstock dot com


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh