SUMBAR TERANCAM TIDAK IKUT PORWIL X DI BENGKULU


Post by Dinas Pemuda dan olahraga(Dinas Pemuda dan olahraga) | Posted on 20 Mei 2019 15:31:44 WIB | Berita Terkini | 83 kali dibaca


SUMBAR TERANCAM TIDAK IKUT PORWIL X DI BENGKULU

PADANG,SP...Sumatera Barat terancam tidak bisa mengikuti ajang multi iven Porwil X di Bengkulu pada November mendatang. Karena anggaran untuk pengiriman atlet ke Porwill dianggarkan pada APBD Perubahan 2019  Walaupun KONI telah mengusulkan anggaran ke DPRD Sumbar, namun belum jelas karena belum dibahas .

"Sedangkan anggaran APBD perubahan akan dibahas oleh anggota DPRD Sumbar yang baru, hasil produk Pemilu 2019 ini," ujar Ketum KONI Sumbar Syaiful SH  Senin (20/5) di Padang.

Hingga saat ini lanjut Syaiful, KONI Sumbar tidak berani membantu dan membentuk pelatihan terhadap atlet ke Porwil ajang multi iven empat tahunan tersebut. Karena KONI tidak ada anggaran. Maka bicara Porwil setelah ada anggaran di APBD Perubahan nanti dari yang diusulkan sebesar Rp30 miliar .

Dikatakan Syaiful, maka saat ini KONI lebih fokus membantu melakukan pembinaan atlet berprestasi ke Kejurnas Pra PON masing masing cabor. Dalam hal ini Koni hanya membantu memberangkatkan atlet berprestasi ke Pra PON bukan mengirimkan. Namun, di Porwil KONI benar melakukan pengiriman karena ajang multi iven.

Sebab  dalam  waktu dekat KONI Sumbar akan menghadapinya agenda Porwil X Bengkulu dan Kejuarnas Pra PON sebanyak 47 Cabor. Pra PON untuk ajang kualifikasi atlet menghadapi ajang PON yang dilaksanakan di Papua tahun 2020 mendatang. Porwil mempertandingkan 11 Cabor dan 36 Cabor pada Pra PON .

Namun, KONI akan mewanti wanti tidak semua atlet Cabor yang bisa membantu memberangkatkan untuk Pra PON dan Porwil.

"Namun  atlet dari cabor yang dikirim ke Kejurnas Pra PON benar benar atlet yang berprestasi tingkat regional dan nasional yang dibantu keberangkatanya," ujar Syaiful.

Dikatakan Syaiful, dalam hal ini berani bersikap menentukan memberangkatkan atlet yang berprestasi. Artinya  biar diberangkatan atlet yang benar benar berprestasi  sehingga melahirkan prestasi yang jelas. Dari pada memberangkatkan banyak atlet dengan prestasinya sedikit. Apalagi dengan keterbatasan anggaran .

Maka KONI akan membentuk 5 orang Tim Monev yang dikomandoi Togi  P Tobing, yang akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap setiap atlet berpotensi untuk diikutkan ke Porwil dan pra PON.Tim Monev ini terdiri dari Elvis Martin,  Hendi Luthan, Yosrizal dan Raymond. Maka tim Monev inilah yang bertugas melakukan  Monev setiap atlet di Cabor.

Apakah cabor yang bersangkutan rutin melakukan latihan, atau hanya seminggu jelang berangkat mereka melakukan latihan. Maka dengan berat hati KONI tidak membantu atlet yang bersangkutan ke Pra PON. Dan KONI siap menerima konsekwensi dari kebijakan KONI atau atlet yang tidak serius tersebut. Sedangkan atlet yang telah dibantu atletik dan menembak ke Pra PON 

Dan bantuan terhadap atler Pra PON hanya bersifat bantuan latihan dari anggaran KONI Sumbar tahun 2019 .Namun  tidak semua anggaran tahun 2019 sebesar Rp5 miliar untuk bantuan atlet  disitu juga sana operasional sekretariat KONI  yang terdiri dari administrasi, ATK dan honor pegawai sekretariat. ( Mul )


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh