Berbagi Energi Positif di Masa Sulit


Post by Diskominfo(EKO KURNIAWAN, S.Kom) | Posted on 06 April 2020 13:34:29 WIB | Artikel | 232 kali dibaca


Oleh: Ade Faulina

Mahasiswi Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Andalas

Sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan pasien pertama terinfeksi virus corona (covid-19) tanggal 2 Maret 2020 lalu, tak dapat dihindari lagi kecamuk perasaan yang timbul di tengah rakyat Indonesia. Kesedihan, kegusaran, ketakutan maupun hal-hal negatif lainnya mendera setiap orang.

Hal ini tentunya bukan tanpa alasan, karena sejak pengumuman positif terpapar itu, pemberitaan dan arus informasi dari berbagai media (konvensional maupun new media) terus mengabarkan seputar kasus covid-19.

Mulai dari pesan WhatsApp, media sosial seperti Facebook, Instagram dan Twitter maupun yang lain tidak pernah absen menyajikan informasi yang memperlihatkan perkembangan kasus virus corona tersebut. Baik seputar pemberitaan positif maupun negatif. Seperti meningkatnya jumlah pasien positif virus corona, jumlah pasien yang meninggal, hingga wilayah-wilayah yang terjangkit virus corona.

Meskipun kita tahu bahwa ini adalah dinamika dalam hal pemberitaan (jurnalistik) dan perkembangan dunia teknologi dan informasi di tanah air, tentunya masyarakat juga memerlukan suatu hal baik di tengah bencana. Baik itu berupa informasi, pesan atau pun aksi-aksi yang bisa menenangkan, memberikan motivasi ataupun menggugah kesadaraan masyarakat untuk bertahan di tengah masa sulit.

Kesulitan seringkali datang tanpa kita duga maupun inginkan. Di saat kita merasa semua baik-baik saja dan berjalan lancar, maka ketika itulah masa sulit dibebankan. Entah itu dinamakan ujian, bencana atau pun musibah. Semuanya tetap meminta satu hal, yaitu kemampuan untuk bertahan.

Hal ini bisa menggambarkan bahwa kemampuan bertahan di masa sulit bukan sebatas terhindar dari bencana secara fisik (berupa sakit). Tapi bagaimana kita mampu merespon apa yang terjadi secara positif. Tentunya tidak mudah untuk tetap berpikiran positif atau memandang persoalan dari sisi baiknya. Namun, di situlah letak kelebihan kita sebagai manusia. Makhluk yang berakal dan memiliki kemampuan untuk merasa.

Wabah covid-19 yang melanda dunia tidak hanya menghentikan rutinitas setiap orang, tetapi juga menghalangi setiap orang untuk bisa bersama di masa sulit. Adanya pemberlakuan karantina wilayah (lockdown) di sejumlah negara maupun pembatasan jarak individu untuk bertemu (social distancing) menjadikan situasi terasa semakin bertambah parah.

Setiap orang dipaksa untuk berdiam diri di rumah (stay at home) ataupun tidak datang dan ke luar dari daerah masing-masing. Baik yang terdampak maupun belum terdampak wabah. Namun tetap saja di tengah masa sulit itu masih ada sejumlah individu, kelompok, maupun institusi yang mencoba keluar atau mencari jalan untuk memecah kebuntuan maupun suasana monoton.

Mereka dengan cara masing-masing berupaya untuk berbagi energi positif di tengah masa sulit ini. Banyak cara yang dilakukan di antaranya, pengumpulan dana bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Seperti yang dilakukan influencer Rachel Vennya yang menggalang dana melalui salah satu website donasi online. Dalam waktu 24 jam ia berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp3 miliar.

Ada juga pesan-pesan pencerahan maupun motivasi yang diberikan oleh sejumlah tokoh publik, tokoh agama maupun ulama melalui pesan WhatsApp dan media sosial. Kemudian, berbagai situs belanja online di tanah air juga ramai-ramai memberikan potongan harga untuk produk-produk yang mereka jual. Hal ini banyak dilakukan oleh sejumlah situs belanja online ternama.

Kemudian, sejumlah toko buku online, selain memberikan potongan harga bagi buku-buku yang dijual, mereka juga menyiapkan e-book untuk judul-judul buku yang mereka terbitkan. Para pembaca atau pun warganet bisa bebas mengunduh e-book yang tersedia tanpa dipungut biaya.

Ada pula yang mengadakan live streaming konser musik sekaligus pengumpulan dana kemanusiaan, seperti yang dilakukan Najwa Shihab melalui Narasi TV miliknya. Acara Konser Musik #DiRumahAja – Solidaritas Lawan Corona yang diadakan dari tanggal 25 – 28 Maret 2020 tersebut berhasil mengajak sejumlah musisi dan artis Indonesia ikut berpartisipasi. Selain dapat menghibur masyarakat melalui konser musik yang diadakan, kegiatan ini juga berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 9 miliar dan akan terus berjalan hingga 14 April nanti.

Selanjutnya, juga ada kegiatan sosial lain berupa pengumpulan salinan naskah maupun buku dari penulis dan sastrawan Indonesia. Kegiatan yang digagas sastrawan Damhuri Muhammad melalui akun Facebook miliknya ini, bertujuan untuk menjadi alternatif menjaga diri dari rasa suntuk atau bosan bagi masyarakat selama berada di rumah atau pun bekerja di rumah (work from home). Nantinya, masyarakat yang berminat dapat langsung mengunduh buku maupun naskah dalam bentuk ebook itu di tautan (link) yang disediakan.

Kemudian juga ada siaran live Instagram yang dilakukan oleh penulis naskah dan sutrada film Ernest Prakasa yang melakukan acara bincang-bincang dengan beberapa penulis Indonesia. Acara yang telah berjalan selama tiga hari itu berhasil menghadirkan penulis seperti Ika Natassa, Asma Nadia hingga Dee Lestari. Dalam acara bincang-bincang bersama selama satu jam itu, masing-masing tamu berbagi cerita tentang proses kepenulisan maupun karya yang mereka hasilkan. Acara ini pun ditonton oleh ratusan pengikut akun Ernest.

Tak sedikit pula kegiatan lain yang dilakukan masyarakat, khususnya pengguna media sosial dengan memposting berita-berita atau hal-hal positif, seperti keberhasilan penyembuhan pasien covid-19 di sejumlah daerah. Tautan-tautan berita terkait perkembangan virus corona maupun informasi positif lainnya. Banyak juga warganet yang menampilkan gambar atau foto-foto berekspresi kebahagiaan yang memotivasi orang lain untuk selalu tersenyum.

Apa yang dilakukan oleh orang-orang maupun kelompok orang itu menunjukkan bahwa masa sulit tidak harus dihadapi sebagai momok menakutkan. Setiap orang meski pun dalam keterbatasan pada dasarnya masih dapat untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat. Sesuatu yang bisa membantu (materi dan non-materi), memotivasi dan menggerakkan orang-orang untuk mampu menghadapi masa sulit dan mengatasinya dengan cara-cara positif.

Hal ini tak hanya menjadi solusi atas apa yang mereka hadapi atau sekadar bentuk rasa syukur bahwa mereka mampu bertahan dari segala kesulitan. Tetapi menjadi bukti bahwa manusia merupakan makhluk yang telah dibekali akal dan perasaan. Sehingga setiap kesulitan adalah suatu peluang untuk menunjukkan jati diri mereka terhadap Sang Pencipta dan sesama.


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh