Tahun 2013 Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat Mengembangkan Lima Demplot Gaharu


Post by Dinas Kehutanan(FEBY ANROW, S.Hut) | Posted on 30 Januari 2014 09:22:28 WIB | Kehutanan | 1760 kali dibaca


Gaharu merupakan substansi aromatic berupa gumpalan yang terdapat diantara sel-sel kayu dengan berbagai bentuk dan warna yang khas serta memiliki kandungan kadar damar wangi, berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu yang tumbuh secara alami dan telah mati sebagai akibat dari proses infeksi yang terjadi baik secara alami maupun buatan. Pada umunya terjadi pada pohon gaharu jenis Aquilaria spp. Gaharu juga biasa disebut dengan Karas/Alim/Garu.

Gaharu mengandung essens yang disebuat sebagai minyak essens (essential oil) yang dapat dibuat dengan ekstraksi atau penyulingan dari gubal gaharu. Essens gaharu ini digunakan sebagai bahan pengikat (fixative) dari berbagai jenis parfum, kosmetika, dan obat-obatan herbal. Selain itu, serbuk tatu abu dari gaharu digunakan sebagai bahan pembuat dupa/hio dan bubuk aroma therapy.

Daun pohon gaharu bisa dibuat menjadi teh daun pohon gaharu yang membantu kebugaran tubuh. Senyawa aktif Agarospirol yang terkandung dalam daun pohon gaharu dapat menekan sistem syaraf pusat sehingga menimbulkan efek menenangkan, teh daun gaharu juga ampuh untuk obat anti mabuk.

Ampas dari sulingan minyak dari marga Aquilaria di Jepang dimanfaatkan sebagai kamfer anti ngengat dan juga mengharumkan isi lemari. Oleh masyarakat tradisional Indonesia gaharu digunakan untuk obat nyamuk dengan cara membakar kulit atau kayu gaharu sampai berasap. Aroma harum itulah yang tidak disukai nyamuk.

Tahun 2013 Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat Membuat 5 Demo Plot Gaharu sebagai berikut:

a. Pembuatan Demo Plot tahun 2013 :

• Kabupaten Solok Selatan seluas 5 Ha yaitu : Lokasi Jorong Sungai Pangkua Nagari Pakan Rabaa Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh;

• Kabupaten Sijunjung seluas 10 Ha yaitu : Lokasi Jorong Kayu Gadiah Nagari Tanjung Gadang Kecamatan Tanjung Gadang;

• Kabupaten Padang Pariaman seluas 5 Ha yaitu : Lokasi Korong Alahan Tabek Nagari Sikucur Kecamatan V Koto;

• Kabupaten Tanah Datar seluas 5 Ha yaitu : Lokasi Jorong Balerong Bunta Nagari Rao – Rao Kecamatan Sungai Tarab;

• Kabupaten Solok seluas 10 Ha yaitu : Lokasi Jorong Rumah Gadang Nagari Supayang Kecamatan Payung Sekaki;

• Selain pembuatan model/dempot tanaman gaharu, juga dibangun gubuk kerja dan papan nama kegitan untuk masing-masing lokasi.

b. Pemeliharaan Demo Plot tahun 2013 :

• Kabupaten Pasaman Barat seluas 5 Ha yaitu : Lokasi Jorong VI Koto Nagari Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat;

• Kabupaten Lima Puluh Kota seluas 5 Ha yaitu : Lokasi Jorong Sungai Rambai Nagari Solok Bio-Bio Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota;

c. Pelaksanaan Inokulasi Tanaman Gaharu :

• Kabupaten Pasaman Barat sebayak 65 Pohon yaitu Lokasi Jorong Sigantang, Nagari Batahan, Kecamatan Ranah Batahan.

• Kabupaten Pasaman sebayak 65 Pohon yaitu Lokasi Jorong Rumbai, Nagari Muara Tais, Kecamatan Mapat Tunggul.

• Kabupaten Sikujunjung sebayak 20 Pohon yaitu Lokasi Jorong Taratak dan Imbang Joyo Latang, Kecamatan Lubuk Tarok.


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • BATIGO FEST

    • Senin, 28 Oktober 2019
    • Sabtu, 02 November 2019
  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh