Dirjen PSP Panen Padi Salibu di Nagari Tabek, Tanah Datar


Post by Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan(RASMUNALDI, ST) | Posted on 21 Mei 2013 04:15:00 WIB | Berita Terkini | 924 kali dibaca


dirjenDirektur Jendral Pengembangan Sarana dan Prasarana Kementrian Pertanian , Dr. Ir. Sumarjo Gatot Irianto panen perdana sistim pertanaman padi salibu di Nagari Tabek, Kecamatan Pariangan, Tanah Datar, Selasa (21/5).

Ikut panen perdana ini Bupati Tanah Datar, Ir. Shadiq Pasadigue, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumatera Barat, Ir. Djoni dan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat Dr.Ir. Hadianto.

Dari panen yang dilakukan Dirjen bersama Bupati tersebut terbukti sistim pertanaman padi salibu ini lebih baik dari sistim pertanaman yang biasa dilakukan petani. Hal itu terlihat dari ubinan yang didapat dari panen tersebut yang mencapai 8,4 ton per hektar. Namun keuntungan terbesar dari pertanaman padi salibu adalah petani tidak perlu lagi mengolah tanah untuk pertanaman kedua kalinya.

Sistim pertanaman padi salibu adalah satu inovasi   pertanaman padi yang muncul dari petani di kabupaten Tanah Datar, Khususnya petani Kecamatan Lima Kaum sebelum dikembangkan oleh BPTP Sukarami dengan petani di Nagari Tabek. Dengan sistim ini , petani tidak perlu lagi mengolah tanah saat tanam kedua kalinya, cukup dengan memotong   batang padi yang tinggal setelah panen dan membesarkan anak padi yang tumbuh pada batang-batang padi tersebut.

Menurut Wali Nagari Tabek, Beni Mariko Amd pada acara tersebut dengan pertanaman padi salibu, selain hasil panen setara bahkan lebih dari sistim tanam pindah, petani bisa hemat Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta, dimana penghematan terbesar itu karena tidak ada lagi   pengolahan tanah. Dengan tanam biasa penghektarnya biaya keseluruhan antara Rp 4,5 juta hingga Rp 4,8 juta perhektar, maka dengan pertanaman padi salibu hanya Rp 1,7 juta sampai Rp 2 juta per hektar,”ucapnya.

Bupati Tanah Datar Shadiq Pasadigue, dengan adanya temuan petani dibantu pengembangan teknologi oleh BPTP, ia berharap sistim pertanaman padi salibu dapat menjadi ikon teknologi   pertanaman padi dari Kabupaten Tanah Datar. Apalagi, katanya, sistim pertanaman padi tersebut hanya ada di Tanah Datar. “Tadi saya sudah tanya pada pak Dirjen, apakah cara sudah ada di Indonesia, pak Dirjen menjawab belum, maka tidak salah kita minta Pak Dirjen untuk mencanangka Padi Salibu ini menjadi Ikon pertanaman padi dari Kabupaten Tanah Datar,” ucap Bupati.

Menjawab keinginan Bupati tersebut, Dirjen PSP mengungkapkan, kalau ia siap mencanangan pengembangan sistim pertanaman padi salibu tersebut. Namun untuk itu ada syaratnya, pertama, sistim pertanaman tersebut betul-betul teruji dan pengembangan sudah menyebar   kepada petani di seliruh Kabupaten Tanah Datar. “Padi Salibu harus baik sekali dan yang kita canangkan ini hanya 100 ha, tapi nanti kalau sudah 1.000 ha sampai 2.000 ha,” ucapnya.

Bahkan pada acara itu ia meminta agar Bupati dan juga Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumbar untuk program   SRI dan optimalisasi lahan di Kabupaten Tanah Datar bisa   memakai sistim pertanaman padi salibu.

Berawal dari Inisiasi Petani.

Sementara itu Kepala BPTP Sumbar Ir. Hadianto   mengakui pada awalnya pengembangan pertanaman padi Salibu tersebut berawal dari inisiatif petani di Kabupaten Tanah Datar. BPTP Sumbar baru ikut mengembangkan teknologi tersebut   sejak tahun 2011 lalu, ketika diminta Pemerintah Kabupaten Tanah untuk mengawal dan mendampingi petani dalam pengembangan teknologi padi Salibu.

Kini, setelah dua tahun dikembangkan bersama petani di Nagari Tabek, BPTP   Sumbar sudah mendapatkan   paket teknologi padi salibu sehingga dengan teknologi tersebut, hasil bisa setara bahkan meningkat, namun jauh lebih hemat biaya. “Contoh paket teknologi adalah pertanaman padi salibu harus mempertimbangkan kondisi lahan, waktu pemotongan dan tinggi pemotongan,” jelas Hadianto.


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh