Gubernur Sumbar Tanam Benih Kentang


Post by Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan(RASMUNALDI, ST) | Posted on 04 Juli 2013 14:27:30 WIB | Berita Terkini | 1001 kali dibaca


editSelain lebih dikenal sebagai salah satu daerah pertanian dataran tinggi penghasil holtikutura dengan produk unggulannya seperti sayuran, kol, bawang, kini kawasan Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok juga punya jati diri baru sebagai satu-satunya daerah penghasil benih kentang unggul untuk kelas G0 .

Benih kelas G0 ini merupakan hasil kultur jaringan yang di kembangkan di BBI TPPH Sumbar. Penerapan sistem tanam benih unggulan ini, bisa menggenjot produktivitas tanaman kentang tiga kali lipat, dengan kapasitas hasil produksi minimal 20 ton per hektar.

Penobatan Alahan Panjang sebagai daerah penghasil benih sekaligus penangkaran kentang kelas G0 untuk wilayah Sumatera Barat  ini ditandai dengan penanaman perdana oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno,  didampingi Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumbar, Ir.Djoni, Kepala UPTD BBI Tanaman Padi Palawija Hortikultura , Ir. Gusnadi Abda, tepatnya di areal komplek pembenihan Satgas BBI TPPH Alahan Panjang, Jorong Taratak, Galundi, Lembah Gumanti, Kamis (4/7). Turut disaksikan puluhan kelompok tani (Keltan) yang tergabung sebagai kelompok  penangkar dan petani holtikutura secara umum, dan tokoh masyarakat.
Melalui penanaman perdana oleh Gubernur Sumbar, ditargetkan kebutuhan petani mulai tahun 2013 terhadap benih kentang unggul berlabel dan bersertifikat dapat segera terpenuhi tanpa harus lagi mendatangkan bibit dari luar Sumatera demi menuju kesejahteraan masyarakat kearah yang lebih baik. Selain itu, dengan pemanfaatan dan pemberdayaan bibit unggul, sistem pertanian di Sumbar dapat segera menjadi lebih professional.
“Potensi ini perlu digarap secara maksimal oleh masyarakat petani Sumbar, khususnya bagi petani dataran tinggi Kabupaten Solok dan sekitarnya. Dengan beralih ke benih unggul, jelas produktivitas pertanian warga bakal meningkat, sehingga kesejahteraan petani itu sendiri kian membaik,” ujar Irwan Prayitno dalam diskusinya bersama puluhan Keltan seusai penanaman perdana di lokasi acara.
Dijelaskannya, kualitas benih unggul yang dihasilkan Satgas BBI TPPH Alahan Panjang nantinya, tidak perlu diragukan lagi, sebab sudah memiliki standarisasi yang jelas, dan bersertifikat. Bahkan selain untuk kebutuhan lokal, dipastikan petani luar Sumbar nantinya akan ikut melirik Alahan Panjang sebagai penghasil benih terbaik tersebut. Namun kembali ditegaskan Irwan Prayitno, untuk sementara waktu pendistribusian masih diperioritaskan untuk kebutuhan lokal dulu.
Kadis Pertanian Tanaman Pangan, Ir.Djoni, menambahkan, keberrhasilan BBI TPPH dalam menghasilkan benih Kentang berkwalitas juga sekaligus akan menjadi tantangan tersendiri bagi balai pembenihan itu sendiri, karena dalam setiap bibit yang dihasilkan kualitasnya tetap harus diperhatikan. Begitupun bagi masyarakat Alahan Panjang dan sekitarnya, kedepannya bisa mempelajari berbagai sumber ilmu bersama petugas BBI, hingga akhirnya dapat muncul kelompok-kelompok penangkar kentang genol. Setidaknya peluang agribisnis penagkaran bisa dilakukan untuk G1, G2 dan G3 , dengan harga pasar cukup fantastis.
Secara teknis dijelaskannya, benih kentang biasa yang selama ini ditangkar dan ditanami petani rata-rata hanya mampu berproduktivitas 10 ton per hektar, betapapun dipupuk dan dirawat hasilnya akan tetap tidak menjamin. Dengan adanya penangkaran benih di Alahan Panjang diharapkan peningkatan produksi kentang dimasa mendatang.
 “Semuanya tergantung keseriusan, kalau ada kemauan disertai usaha, petani pasti akan segera sukses,” tukas Djoni menyemangati


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • BATIGO FEST

    • Senin, 28 Oktober 2019
    • Sabtu, 02 November 2019
  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh