Dorong lahirnya Spesialis di Birokrasi, BKN lakukan Akselarasi Jabatan Fungsional ASN


Post by Badan Kepegawaian Daerah(ROBY CHARMA,S.Kom) | Posted on 20 Februari 2017 18:22:35 WIB | Kepegawaian | 1103 kali dibaca


Deputi Mutasi Kepegawaian BKN Aris Windiyanto menyatakan bahwa idealnya jabatan ASN lebih banyak diisi oleh jabatan fungsional yang memiliki kompetensi/spesialisasi pada kompetensi tertentu. Untuk itu pemerintah melalui BKN akan lakukan akselarasi jabatan fungsional dan akan menjadikan hal tersebut sebagai program nasional BKN. Salah satu instrumen yang dilakukan dalam proses akselerasi tersebut adalah dengan kebijakan inpassing/penyesuaian untuk mengarahkan sebagian besar PNS ke dalam jabatan fungsional, tentunya dengan kualifikasi kompetensi dan spesifikasi bidang.

BKN sebagai instansi pembina jabatan fungsional kepegawaian untuk 3 jabatan, yakni Analis Kepegawaian, Assessor SDM Aparatur, dan Auditor Kepegawaian sudah mulai menyelenggarakan pelatihan bagi Analis Kepegawaian dan Assessor SDM Aparatur. Tahun ini BKN bahkan menargetkan pelatihan & pengembangan 1.460 Analis Kepegawaian dari K/L Pusat dan Daerah. Hal itu disampaikan Aris saat meresmikan pembukaan Diklat bagi 40 Analis Kepegawaian dan 30 Assessor SDM Aparatur yang berlangsung Senin, (20/2/2017) di Pusat Pengembangan ASN BKN.

16903118_942827842515512_5064411794611885880_o

Diklat Analis Kepegawaian dan Assessor SDM Aparatur. (foto: Pusbang ASN)

Aris juga mengakui bahwa kapasitas dari aspek kuantitas bagi Analis Kepegawaian dan Assessor SDM Aparatur hingga tahun ini belum terpenuhi. Idealnya dibutuhkan kisaran 12.000 bagi kedua jabatan fungsional tersebut, namun yang baru terpenuhi masih kisaran 2.000-an. Ini berarti pemerintah defisit sekitar 10.000-an Analis Kepegawaian dan Assessor SDM Aparatur.

Minimnya kapasitas SDM bagi kedua jabatan fungsional kepegawaian tersebut menjadi faktor utama BKN targetkan untuk pelatihan dan pengembangan secara berkelanjutan. Aris juga menambahkan bahwa pemenuhan kebutuhan tidak terlepas dari sorotan kapasitas kompetensi dan potensinya. Untuk itu basis Diklat kedua jabatan fungsional tersebut diarahkan pada 3 (tiga) faktor, yakni: dari sisi pengetahuan kognisi; psikomotorik/ketrampilan; dan aspek attitude.


Berita Terkait :

Belum Ada Berita Terkait

 

Video

Foto

Kegiatan

  • BATIGO FEST

    • Senin, 28 Oktober 2019
    • Sabtu, 02 November 2019
  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh