Sumbar Cocok Jadi Daerah Penyangga Swasembada Pangan Nasional


Post by Diskominfo(EKO KURNIAWAN, S.Kom) | Posted on 11 April 2017 11:05:16 WIB | Artikel | 900 kali dibaca


Sumbar Cocok Jadi Daerah Penyangga Swasembada Pangan Nasional

Oleh: Noa Rang Kuranji

Sejak 2015 silam, Pemerintah Republik Indonesia di bawah pimpinan Presiden Jokowi sudah mencanangkan program swasembada pangan nasional pada 2017. Tujuannya, agar Indonesia tidak lagi mengimpor beras dari negara lain seperti yang terjadi dalam 15 tahun terakhir pasca reformasi.

Program swasembada pangan ini sebenarnya sudah pernah dilakukan Pemerintah RI di masa Orde Baru di bawah pimpinan Presiden Soeharto. Pada tahun 70-an hingga akhir 90-an, Indonesia sempat berjaya di bidang pertanian. Melalui program “Revolusi Hijau” yang dicanangkan Presiden Soeharto ketika itu, akhirnya Indonesia berhasil menjadi negara swasembada pangan (penghasil beras) terbesar di dunia pada tahun 1984. Keberhasilan tersebut bahkan mengantarkan Presiden Soeharto menerima medali From Rice Importer To Self Sufficiency dari FAO (badan khusus PBB yang menangani masalah pangan dunia).

Padahal, pada tahun 1977 dan 1979, Indonesia sempat mengalami masa paceklik pertanian sehingga menjadi negara pengimpor beras terbesar di dunia. Setelah itu, Indonesia kembali bangkit dan melakukan berbagai terobosan guna mendongkrak hasil pertanian. Sebagai negara agraris (kawasan pertanian cukup luas), Indonesia tidak sepatutnya melakukan impor beras dari negara lain.

Oleh karena itu, pertanian menjadi sektor yang sangat penting dalam upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal tersebut di dasari oleh:

• Kebutuhan penduduk yang meningkat dengan cepat

• Tingkat produksi pertanian yang masih sangat rendah.

• Produksi pertanian belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan penduduk

Berdasarkan kondisi tersebut, pemerintah Indonesia berupaya untuk meningkatkan produksi pertanian dengan berbagai cara, baik melalui usaha ekstensifikasi maupun intensifikasi pertanian. Ekstensifikasi pertanian dilakukan dengan cara memperluas areal pertanian. Sedangkan intensifikasi di bidang pertanian dilakukan dengan cara penyuluhan, penelitian, untuk pencarian bibit unggul. Berbagai macam penelitian yang dilakukan di Indonesia bertujuan untuk mendapatkan varietas tanaman pertanian yang unggul dan sesuai dengan kondisi alam di Indonesia.

Di samping melakukan penelitian dengan penanaman varietas-varietas unggul, penelitian juga di ikuti dengan pengolahan lahan-lahan pertanian atau perluasan lahan pertanian. Perluasan lahan pertanian dilakukan dengan program pembukaan lahan-lahan baru yang di ikuti dengan program transmigrasi dari pulau-pulau yang padat ke pulau-pulau yang masih jarang penduduknya.

Sejak tahun 1950, pemerintah Indonesia berupaya untuk memindahkan penduduk dari pulau Jawa ke daerah-daerah yang masih jarang penduduknya seperti pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya (Papua). Pemindahan penduduk ini masih berlangsung hingga sekarang dan merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, selain untuk meningkatkan produksi pertanian.

Revolusi Hijau adalah proses keberhasilan dari teknologi pertanian dalam melakukan persilangan (breeding) antar jenis tanaman tertentu sehingga menghasilkan jenis tanaman unggul untuk meningkatkan produksi bahan pangan. Jenis tanaman unggul itu mempunyai ciri berumur pendek, memberikan hasil produksi berlipat ganda (dibandingkan dengan jenis tradisional), dan mudah beradaptasi dalam lingkungan apapun, asal memenuhi syarat, antara berikut:

• Tersedia cukup air

• Pemupukan teratur

• Tersedia bahan kimia pemberantas hama dan penyakit

• Tersedia bahan kimia pemberantas rerumputan pengganggu

Jadi, kalau Indonesia memang ingin kembali menjadi negara swasembada pangan, sebenarnya tidaklah sulit. Apalagi di zaman serba canggih seperti saat ini. Yang penting ada upaya serius dari pemerintah untuk itu bukan sekedar lip service belaka. Caranya, seluruh komponen yang terlibat dalam menyukseskan program tersebut harus dilibatkan dan saling membahu mencarikan solusi bila menemui kendala di lapangan.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah semakin siap menyongsong swasembada pangan dan pihaknya telah menjalankan berbagai program priortas sebagai pendukung swasembada.

Swasembada untuk komoditas unggulan, yakni padi, jagung dan kedelai sudah dimulai sejak 2015, sementara komoditas pangan lainnya ditargetkan tercapai pada tahun 2017. Bahkan, pemerintah telah berhasil menambah 640 ribu hektar lahan untuk jenis tanaman padi.

Menyikapi hal tersebut, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, juga telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) bernomor 521.1/1984/Distanhorbun/2017 yang ditujukan pada bupati/walikota se-Sumbar. Tujuan SE tersebut dikeluarkan Gubernur Sumbar adalah untuk mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat. Soalnya, Sumbar termasuk salah satu daerah agraris di Indonesia.

"Arah pengembangan pertanian kita jelas. Menjadi salah satu daerah penyangga terwujudnya swasembada pangan secara penuh pada 2017," kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno usai menghadiri rapat koordinasi terkait pertanian di Padang, beberapa waktu lalu seperti dikutip dari antarasumbarnews.com.

Untuk mewujudkan hal itu, kata Irwan Prayitno harus ada upaya bersama dalam program yang terintegrasi antara provinsi, kabupaten dan kota yang ada di Sumbar.

"Program pertanian harus sinkron dari provinsi hingga kabupaten dan kota, jangan jalan sendiri-sendiri," pesannya mengingatkan.

Menurut penulis, Sumbar sangat cocok menjadi daerah penyangga swasembada pangan nasional karena memiliki lahan pertanian cukup lumayan yakni sekitar 224,182.00 hektar hasil sensus pertanian tahun 2013 yang dikeluarkan Kementerian Pertanian RI.

Hanya saja yang perlu diperbaiki adalah sistem pengolahan pertanian di Sumbar masih banyak yang tradisional sehingga hasil panen padi di Sumbar belum maksimal seperti yang diharapkan pemerintah pusat. Dengan dikeluarkan SE Gubernur Sumbar tersebut, setidaknya bisa mendorong para petani untuk meningkatkan hasil panennya dan pemerintah pun terlibat aktif secara langsung. Semoga program swasembada pangan ini berhasil dengan baik. Amiiin. (*)


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh