Manajemen Strategis dan Media Sosial


Post by Erwinfs(Erwinfs) | Posted on 20 September 2017 10:14:03 WIB | Artikel | 823 kali dibaca


Manajemen Strategis dan Media Sosial

Baru-baru ini seorang pria muda yang diduga menghina ibu negara ditangkap aparat. Pelaku menurut berita yang beredar dikenal baik oleh warga sekitar. Selain itu, ditangkap pula seorang ibu yang dianggap melakukan tindakan kejahatan internet karena menyebar ujaran kebencian. Beberapa waktu lalu, seseorang yang tinggal di sebuah kota di Sumbar ditangkap aparat karena diduga menghina presiden.

Kejahatan di internet berupa penyebaran kebencian dan penghinaan agama sudah berlangsung cukup lama. Ada yang sudah ditangani secara hukum. Dan masih ada juga yang belum ditangani. Penyebab belum ditangani bermacam-macam.

Yang mesti diperhatikan dari masalah ini adalah mudahnya orang untuk terpengaruh, cepat percaya, dan kemudian menyebarkan postingan seseorang atau sebuah akun di media sosial. Mengapa begitu mudah seseorang percaya dengan sebuah akun, dan kemudian menyebarkannya? Padahal akun yang menyebarkannya itu tidak memiliki identitas jelas.

Menyebarnya dengan cepat postingan yang tidak terverifikasi adalah sebuah tanda bahwa masih sangat banyak orang yang belum sadar tentang literasi. Selain itu, masih banyak orang yang begitu mudah terhasut sehingga dengan sukarela menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi.

Saya mengamati bahwa sejak pilkada DKI Jakarta dan dilanjutkan Pilpres 2014 dan Pilkada DKI Jakarta 2017, begitu mudahnya orang-orang atau pengguna media sosial terhasut untuk membenci hanya karena membaca informasi yang disebarkan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Bahkan banyak yang sepertinya terjebak, berkali-kali, tapi tidak mau sadar bahwa dirinya sedang dijebak.

Betapa sering informasi tidak benar disebar untuk membenci seseorang lalu banyak yang menyebarkan, dan kemudian setelah banyak orang terhasut muncullah klarifikasi dari pihak yang dituju bahwasanya apa yang disebarkan itu tidak benar.  Ini terjadi berkali-kali dan berkali-kali pula banyak yang tidak sadar.

Ketika kebencian atau ketidaksukaan kepada seseorang, tokoh agama, tokoh politik, ajaran agama, dibesar-besarkan dengan sengaja (apalagi jika sistematis) melalui media sosial, akhirnya media sosial menjadi ajang caci maki tak berkesudahan.

Lalu, mengapa ini terjadi? Bahkan orang-orang yang dikenal berpendidikan tinggi serta menjadi public figur pun juga tak luput dari melakukan caci maki melalui media sosial. Mengapa sekaliber public figur pun mudah terhasut sehingga menampakkan kebenciannya melalui postingan di media sosial?

Secara umum pengguna akun media sosial boleh dibilang belum mengetahui tentang dunia jurnalisme. Yaitu dunia yang mengajarkan bahwa berita yang akan disebarkan itu harus terdiri dari komponen who (siapa), what (apa), when (kapan), where (di mana), dan how (bagaimana). Jika sebuah berita/informasi/postingan tidak memiliki komponen ini dan juga tidak melampirkan sumbernya maka seharusnya tidak disebarkan.

Di sini terlihat bahwa penting sekali bagi seseorang untuk mempelajari manajemen strategis. Secara sederhana manajemen strategis adalah cara yang dilakukan oleh seseorang atau organisasi untuk mencapai tujuannya. Jika dikaitkan dengan cara orang bermedia sosial, seringkali untuk mewujudkan apa yang ingin disampaikan itu akhirnya menjadi pandangan negatif bagi orang lain hanya karena bahasa yang digunakan atau sumber postingan memperlihatkan kebencian dan bahasa yang kasar. Sehingga orang tidak lagi menghormati yang bersangkutan.

Jika seseorang mempelajari manajemen strategis, ia akan mempelajari terlebih dahulu bagaimana agar maksudnya tersampaikan tanpa membuat orang menjadi antipati, sehingga muncul simpati. Ia juga akan mempelajari apa yang harus dimuat di media sosial dan apa yang tidak boleh dimuat di media sosial.

Dengan demikian, semakin mengetahui manajemen strategis maka seseorang atau juga organisasi bisa menguasai media sosial. Ia bisa memposting dengan baik konten di media sosialnya untuk mencapai tujuan yang ia inginkan tanpa membuat orang tersinggung atau marah.  (efs)


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • BATIGO FEST

    • Senin, 28 Oktober 2019
    • Sabtu, 02 November 2019
  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh