Jarang Mencuci Jeans, Amankah bagi Kesehatan?


Post by Dinas Kesehatan(Indra, S.Kom) | Posted on 02 Januari 2018 07:41:20 WIB | Berita Terkini | 410 kali dibaca


Klikdokter.com, Jakarta Setiap orang minimal punya satu atau dua pasang celana jeans di lemari pakaiannya. Karena nyaman dipakai, serba guna, mudah dipadupadankan, dan cenderung tahan lama, membuat jeans jadi salah satu pakaian yang paling disayang. Saking sayangnya, banyak orang memilih untuk jarang mencuci jeans. Alasannya, mencuci jeans terlalu sering diyakini bisa merusak material dan membuat warna cepat pudar.

Orang-orang pun semakin “semangat” tidak mencuci jeans ketika CEO Levi Strauss, Chip Bergh, mengatakan bahwa celana jeans tidak perlu dicuci, khususnya dengan mesin cuci, kecuali benar-benar kotor. Jika memang harus dicuci dengan mesin cuci, lakukan sejarang mungkin.

Bahkan ada pendapat lain yang menguatkan, bahwa jeans baru, idealnya akan tahan lebih lama jika tidak dicuci selama enam bulan. Dan semakin jarang jeans dicuci, akan membuatnya terlihat lebih menarik.

Cuci atau tidak?

Jarang mencuci jeans untuk membuatnya tahan lama dan terlihat lebih menarik memang menggoda, namun bagaimana jika ditilik dari perspektif kesehatan?

Kabar baiknya, sejauh ini belum ada penelitan yang berhasil membuktikan bahwa jarangnya mencuci jeans berdampak buruk terhadap kesehatan pemakainya.

“Beberapa macam bakteri, keringat dan sel-sel kulit akan berpindah ke celana jeans, namun mikroorganisme kulit ini tidak berbahaya,”kata Rachel McQueen, profesor ekologi manusia dari Universitas Alberta, Kanada, seperti dilansir The National Post.

Kesimpulan tersebut didapat dari penelitian celana jeans salah satu muridnya, yang tidak dicuci selama 15 bulan, untuk mengetes tingkat bakterinya. Hasilnya? Temuan bakteri dari celana jeans yang tidak dicuci selama 15 bulan berjumlah sama dengan jeans yang tidak dicuci selama 13 hari.

“Yang saya temukan hanyalah skin flora (mikroorganisme kulit). Jumlah bakteri yang berpindah jumlahnya cenderung sama,” ungkap Rachel.

Menurutnya lagi, memang ada lingkungan yang mengharuskan pakaian steril, seperti di rumah sakit, yang mana pakaian kotor dapat menyebabkan perpindahan infeksi. Namun ketika Anda tidak di rumah sakit, kebersihan tangan jauh lebih penting daripada mencuci jeans.


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PADA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGG

    • Minggu, 01 April 2018
    • Senin, 02 April 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh