Pengembangan Geotermal harus didukung


Post by Sekretariat DPRD Prov. Sumbar(DENY SURYANI, S.IP) | Posted on 15 Februari 2018 23:33:51 WIB | Berita Terkini | 576 kali dibaca


Pengembangan Geotermal harus didukung

PADANG,-DPRD Sumbar terus mencarikan solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah pembangunan proyek Energi Panas bumi (Geotermal) yang sempat ditolak oleh masyarakat Kabupaten Solok. Untuk itu,  dua akademisi yang berasal dari Universitas Indonesia (UI) dan Institute Teknologi Bandung (ITB), didatangkan.


"Dalam penjelasan, dua pakar tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pengembangan geotermal di Sumbar sangat strategis untuk sumber daya energi serta pemenuhan kebutuhan listrik, " Ujar Ketua DPRD Sumbar Hendra saat hiring terkait proyek pembangunan geothermal di Nagari Batu Bajanjang Kabupaten Solok, Rabu (14/2)


Ia menjelaskan, banyak hal positif yang akan didapatkan oleh masyarakat jika pengembangan sumber daya energi ini dapat diterapkan. Sehingga, ketersediaan listrik sebanyak 250 mega wat dapat dihasilkan dan bermanfaat untuk masyarakat banyak. Keberadaan geotermal bisa membuat hutan tetap hijau. Dampak positif lain, saat digunakan sebagai sumber energi listrik ini juga sangat efektif. 


Ia meminta kepada pemerintah kabupaten agar memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait dampak dan manfaat yang akan didapatkan oleh masyarakat baik dari segi perekonomian dan kesehatan.


"Selama ini masyarakat belum mengetahui hal itu dan timbul kesalahpahaman sehingga terjadi pengrusakan terhadap mobil milik pengembang proyek tersebut, Saat ini kita ingin agar proyek ini berjalan kembali dan semua pihak tetap tenang," kata dia.


Akademisi UI bidang geothermal Yunus Daud mengatakan hanya negara yang bersatus "Ring of Fire" mendapatkan sumber daya energi ini. Adanya geothermal di Kabupaten Solok merupakan sebuah anugerah . Hal ini harus dikembangkan dengan teknologi yang saat ini sudah berkembang lebih baik.


"Memang ada risiko namun jauh lebih rendah dibanding minyak bumi, gas bumi dan batu bara yang telah lebih dahulu dikembangkan," kata dia.


Ia mengatakan pemanfaatan panas bumi ini dapat digunakan untuk energi listrik, selain itu juga meningkatkan hasil pertanian menjadi lebih baik.


"Ada seribu satu cara memanfaatkan karunia ini sesuai dengan kreatifitas masyarakat yang ada di lokasi tersebut," kata dia.


Sementara itu, Akademisi ITB Rina

Rina Hardianita,  mengatakan 

panas bumi tersebut dapat mengeluarkan uap air (steam), maka uap itu dapat dikonfirmasikan menjadi energi pembangkit listrik. 


Disebutkan nya, jumlah panas pada permukaan bumi di kedalaman 10000 meter dapat menghasilkan energy 50000 kali lebih besar dari pada jumlah seluruh sumber minyak dan gas alam diseluruh dunia. 


Sementara Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin mengatakan bahwa, baru mengetahui manfaat geothermal setelah adanya pemaparan dari akademisi di gedung DPRD Sumatera Barat ini. Apalagi masyarakat luas tentu belum mengetahui seutuhnya informasi tersebut.


"Tugas kita saat ini adalah merangkul masyarakat untuk memberikan pemahaman manfaat pembangunan geothermal ini dan isu buruk yang selama ini berkembang tidaklah benar adanya,"katanya. 


Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Sumbar M Nurnas mengatakan, secara global pemanfaatan geotermal telah diakui dunia dan efektif menutupi kebutuhan masyarakat akan energi listrik. Di Sumbar, pengembangan masih terjadi penolakan pasalnya masih kurang sosialisasi yang dilakukan pemerintah daerah.

"Untuk memuluskan tujuan tersebut, edukasi dan sosialisasi mesti digencarkan. Baik oleh investor ataupun pemerintah," tegasnya .*Publikasi.(dprd.sumbarprov.go.id)


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • BATIGO FEST

    • Senin, 28 Oktober 2019
    • Sabtu, 02 November 2019
  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh