Mempersoalkan Demo Anarkis Mahasiswa di DPRD Sumbar


Post by Tenaga Artikel(Yal) | Posted on 08 Oktober 2019 15:36:00 WIB | Artikel | 74 kali dibaca



Oleh Yal Aziz

Aksi anarkis ribuan mahasiswa yang melakukan demo di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat, 25 September, 2019 lalu, perlu juga dibahas secara ilmiah oleh para dosen, ninik mamak dan para ulama di Ranah Minang. Kenapa? Karena prilaku anarkis ribuan mahasiswa  tersebut, secara fakta telah menodai dan sekaligus mencoreng kewibawaan para cerdik pandai, ninik mamak dan para ulama. 

Sebagaimana diketahui, orang Minang punya filsafah Adat Basandi Syarak dan Syak Basandi Kitabullah. Tapi faktanya, prilaku mahsiswanya sudah meleceng 1000 persen dari tatanan kehidupan orang Minang tersebut. Bahkan, prilaku mahasiswa tersebut, sudah bisa dikatakan prilaku kaumnya bar-bar, atau kaumnya primitif.

Dari fakta tersebut, kita berharap para cendikianwan, ninik mamak dan para ulama mengambil hikmahnya. Tujuannya, agar prilaku anarkis mahasiswa berikutnya tak terjadi lagi di Ranah Minang.  

Kita bisa bayangkan prilaku mahasiswa tersebut. Setelah mereka berhasil menerobos masuk ke gedung DPRD Sumbar, para mahasiswa itupun masuk ke semua ruangan yang ada di Kantor DPRD Sumbar. Yang ironisnya, setelah mereka masuk, langsung merusak semua apa yang ada di dalam ruangan kantor DPRD Sumbar tersebut. 

Yang tragisnya lagi, ruang sidang utama mereka duduki. Kaca meja dipecahkan, kursi dan meja dihancurkan. Mereka berdiri di atas meja dan melakukan orasi. "Hidup mahasiswa. Ini milik rakyat." 

Sebagai orang Minang, siapun dia, pasti tereyuh melihat prilaku anarkis mahasiswa yang berlatar belakang Universitas Negeri Padang, (UNP) dan Universitas Andalas dan kampus-kampur lainnya. 

Khusus UNP, bagaimanapun mereka itu calon guru atau pendidik anak bangsa ini. Prilaku mereka sekarang, jelas bertentangan dengan nilai budaya agama dan budaya Minang, yang identik Adat Basandi Syarak dan Syarak Basandi Kitabullah.

Kita bisa bayangkan prilaku generasi Minang kedepan. Kalau guru kencing berdiri, murid akan kencing berlari. Anekdot ini memberikan hikmah tentang prilaku, terutama bagi calon guru yang sekarang lagi menimba ilmu di Universitas Negeri Padang.

Kedepan kita berharap, agar civitas akademika UNP, terutama bagi para dosennya untuk memperlihatkan suri tauladan yang baik dalam mendidik calon pemimpin bangsa ini. Bagaimanapun jua  para masiswa yang lagi menimba ilmu di UNP dan perguruan tinggi lainnya, akan menjadi pemimpin bangsa. 

Kepada aparat penegak hukum hendaknya bersikap arif dan bijaksana dalam menyelesaikan kasus demo anarkis mahasiswa ini. Jangan sampai tebang pilih dalam menegakan hukum , serta pilih kasih. Katakanlah yang salah itu salah. Tegakanlah hukum itu, walaupun langit akan runtuh.

Kepada orang tua yang punya anak mahasiswa, agar ikut memberikan pendidikan moral kepada anaknya, serta memberikan nilai adat terhadap anaknya dalam rumah tangga. Begitu juga dengan para ninik mamak dalam membimbing ponaanya dalam kehidupan bermasyarakat. 

Sedangkan kepada para ulama dan para mubaliq, agar selalu memberikan dakwahnya tentang prilaku nabi dan para sahabatnya dalam berbagai kehidupan dalam bermasyarakat. Yang tak kalah pentingnya, para ulama harus berani berkata benar dan mengkritisi pemerintah dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah. Katanlah yang benar itu sekalipun pahit.

Yang jelas prilaku generasi muda Minang sekarang, cerminan bagi prilaku orang Minang di zaman sekarang. Jika dulu generasi muda Minang populer dengan sikap kritis dan brbudaya, kita tolong juga disampaikan kepada generasi muda tentang sosok Buya Hamka, Sutan Syahril, Muhammad Nasir dan Bung Hatta tokoh proklamator Indonesia.

Kedepan kita berharap generasi muda Minang hendaknya melebih kehebatan Haji Agussalim dan Bung Hatta dalam bernegara dan berbudaya. Semoga. (Penulis wartawan tabloidbijak dan Ketua SMSI Sumbar)


Berita Terkait :

 

Video

Foto

Kegiatan

  • BATIGO FEST

    • Senin, 28 Oktober 2019
    • Sabtu, 02 November 2019
  • Penerimaan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)

    • Rabu, 19 Desember 2018
    • Minggu, 30 Desember 2018
  • arsip kegiatan

Tokoh