622 Izin Investasi sesuai SOP Diterbitkan

622 Izin Investasi sesuai SOP Diterbitkan

Penanaman Modal AMRIZAL, S.Sos(Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu) 03 Oktober 2017 11:26:10 WIB


Geliat investasi di wilayah Sumbar pascagempa delapan tahun silam diklaim kian melonjak. Bahkan, peningkatan investasi disebut-sebut mengalami kenaikan 100 persen hingga akhir tahun 2017.

Data diperoleh dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar mengungkapkan, realisasi penerbitan izin sejak Januari hingga September 2017 yang telah sesuai standar operasional prosedur (SOP) mencapai 622 dari 1.090 pengurusan izin yang masuk. Jika dipresentasikan, telah mencapai angka 60 persen secara keseluruhan.

Pengurusan izin di bawah naungan ESDM Sumbar mencapai 246, sektor Kelautan dan Perikanan sebanyak 361. Sektor Perhubungan mencapai 142, Kesehatan 31, Tenaga Kerja 110, Kehutanan 33, Perkebunan 33, Perindustrian Perdagangan 13, Peternakan 31, Pendidikan 10, Lingkungan Hidup 7.

Kemudian, Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) 3,  Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) 9, Sosial 6, Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) 39, dan Penanaman Modal 10.

“Izin yang belum selesai itu, menyangkut banyak faktor. Ada soal kajian teknis yang belum rampung, ada juga soal administrasi persyaratan,” kata Kepala DPMPTSP Sumbar, Maswar Dedi, kemarin (1/10).

Maswar mengatakan, tragedi gempa 8 tahun silam, tidak menyurutkan minat investasi. Justru sebaliknya, banyak investor yang mau menanamkan modalnya untuk berinvestasi di Sumbar.

“Berapa banyak jumlah hotel berbintang pascagempa. Sebut saja, Mercure, Ibis, Grand Zuri, dan sebagainya. Bukankah itu bukti geliat investasi naik di Padang khususnya yang menjadi salah satu daerah terparah pascagempa,” terangnya.

Peningkatan invetasi di Sumbar sendiri, diprediksi naik hingga 100 persen dibanding tahun 2016 lalu. Bahkan, baru-baru ini, ada juga investor yang berminat menanamkan saham mencapai Rp 150 triliun di kawasan Pasaman Barat di bidang usaha perminyakan. “Masih banyak yang akan menyusul izin ini hingga akhir tahun. Bulan Oktober ini, juga akan ada pertemuan Pemprov dengan 300 pengusaha,” terangnya.

Dalam setiap kegiatan investasi, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno selalu menekankan, jika Pemprov Sumbar membuka kran investasi sebesar-besarnya, bagi semua investor yang berminat. Banyaknya investasi aktif, diyakini mampu menggenjot ekonomi masyarakat. Dengan catatan, investor serius, dan tidak sekadar nanya-nanya, lalu pergi tanpa kejelasan.

“Kami benar-benar akan tangani investor secara profesional dalam hal perizinan, jika investor itu benar-benar ingin berinvestasi ke Sumbar. Itu menjadi salah satu kemudahan dalam berinvestasi di Sumbar yakni pengurusan izin yang ditangani secara profesional,” terang Gubernur . (*)

Sumber : Harian Padang Ekspres 2 Oktober 2017