KEMATIAN

KEMATIAN

Artikel dishub(Dishub) 20 Juni 2016 10:51:55 WIB


Kematian adalah sesuatu hal yang sangat sering terjadi di sekeliling kita, ntah itu keluarga, tetangga, saudara, sahabat dsb. Bahkan dalam bulan ini semakin sering kita mendengar kabar duka, hampir setiap subuh ada kabar duka cita. Kematian bukanlah hal yang baru, tapi tetap saja ketika kita mendengar kematian hati kita merasa takut dan sedih. Terutama orang-orang yang ditimpa musibah kematian. Untuk itulah Rasul pernah berpesan

أَكْثِرُوْا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ – يَعْنِي الْمَوْت

Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan (yakni kematian).” [Riwayat at-Tirmidzi IV/553/2307, Ibn Mājah II/1422/4258, dan lain-lain.]

Mengingat kematian sangat baik untuk melembutkan hati yang keras, menjadi rem untuk roda kehidupan kita yang berputar cepat sehingga kita kadang tak sadar bahwa kita akan mati. Dan menjadi penasehat yang baik buat kita. Nabi berpesan :

Kutinggalkan kepada kalian 2 penasehat; 1 penasehat yang bisa berbicara yaitu Al Quran, al-Quranlah yang menuntun kita untuk tetap berada pada rel yang mengantarkan kita selamat sampai tujuan hidup kita. Tapi apakah kita sudah selalu menjadi pedoman kita, atau kita biarkan berdebu dalam lemari, hanya kita baca ketika malam jumat atau ketika orang meninggal. Padahal Al-quran itu diturunkan untuk memberi peringatan bagi orang yang hidup (yasin).

Kalau nasehat pertama ini tak mampu menyadarkan kita maka ada penasehat kedua yang diam saja yaitu kematian. Ketika kita mendengar berita kematian atau mendapat musibah kematian itu seharusnya menyadarkan kita bahwa kita juga akan mati. Tak perduli mau yang tua, muda, miskin kaya, pejabat atau bawahan, tinggal nunggu giliran saja. Kullu nafsin dzaiqatul maut Setiap Nafs pasti akan mati, walaupun kita bersembunyi dalam benteng yang kokoh (ainama takunu yudrikkumul maut walau kuntum fi buruj musyayyadah). Mau kemanapun kita lari Malaikat Izrail tetap setia menguntit kita, qul innal mautal ladzi tafirruna minhu fainnahu mulaqikum

Kematian adalah salah satu ujian yang Allah berikan kepada manusia.

Dan kami uji kalian dengan sesuatu berupa ketakukan, kelaparan, kemiskinan, kematian dan krisis makanan pokok. Maka berilah kabar gembira orang-orang yang lulus dengan predikat shobirin. Yaitu orang-orang yang ketika mereka ditimpa musibah mereka berkata inna lillah wa inna ilaihi rajiun semua ini punya Allah (harta, hidup, kekayaan, dsb) maka semua akan kembali pada pemilikNya. Mereka itulah yang mendapatkan piala kemenangan dari Allah, dicintai oleh Allah dan diberi petunjuk. (Albaqarah 155)

Jadi solusi atau kunci jawaban dari soal ujian yang diberikan oleh Allah ini sebenarnya sudah ada. Tinggal mengerjakannya saja lagi. Tinggal copy paste. Tapi meskipun begitu tetap saja berat dalam menjalankannya

itulah pengajian yang diberikan ustadz Drs. Yuflizar saat melakukan takziah kerumah salah seorang PNS Perhubungan Kominfo Sumbar yang berpulang kerahmatullah di awal Ramadhan ini, Takziah yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Kominfo Sumbar Amran, SE. MM menyampaikan maaf kepada keluarga yang ditinggalkan almarhum dan berharap agar dapat sabar dan dapat mengambil hikmah dari semua kejadian hidup.