Gratis Belum tentu Jelek

Gratis Belum tentu Jelek

() 29 Oktober 2015 21:46:22 WIB


Kalimat ini disampaikan oleh ketua Harian Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) Drs. Rusmanto. MM saat memberikan materi pada Sosialisasi Indonesia Go Open Source (IGOS) di ruang Rapat Instana Rabu 27 Oktober 2015 Gubernur jalan Sudirman Padang,  dibuka oleh Sekretaris Daerah Sumatera Barat yang diwakili oleh Kepala Biro Humas Setda Prov. Sumbar.

Rusmanto mengatakan sudah saatnya instansi pemerintah menggunakan softwere legal, karena lebih murah dan mudah didapat serta bisa dikembangkan sesuai keinginan. Apabila kita menggunakan softwere yang berlicency (legal) harganya sangat mahal, untuk 1 (satu) tahun saja pemerintah Indonesia harus mengeluarkan biaya 21 triliyun rupiah hanya untuk bayar licency kepada perusahaan pememegang liucency. Biaya yang sebesar ini tentu sangat bermanfaat jika kita gunakan untuk pembangunan saran dan prasarana lainnya. hal ini merupakan salah satu bentuk perlindungan terhadap hak cipta. Karena mahalnya biaya licency maka sudah saatnya kita menggunakan Open Source yang gratis. Ahli Nuklir ini juga mengatakan bahwa banyak perusahaan Hand phone di dunia yang tidak memanfaatkan Open Sorce yang gulung tikar, karena tidak mampu bayar licency yang sangat mahal. Indonesia sendiri sudah mengembangkan Indonesia Go Open Source (IGOS) pada tahun 2007 yang lalu, namun masih sedikit yang mempergunakannya, dimana masyarakat Indonesia lebih cenderung menggunakan softwere yang berlincency, karena lebih dulu mengenal softwere yang berlisensi


Gallery Terkait Lainnya :