Irwan Paryitno : Gepemp, Berhasil Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

Berita Utama Biro Humas Sekretariat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat(Biro Humas Sekretariat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat) 11 Juli 2015 09:12:22 WIB


Padang, Jumlah masyarakat miskin sektor Kelautan dan Perikanan berdasarkan data BPS tahun 2008 sebanyak 5680 KK, pendapatan nelayan buruh pada tahun 2010 adalah sebesar Rp. 1.300.000,- (tahun 2014 sebesar Rp. 1.650.000,-). Hari produktif ke laut hanya maksimal 20 hari/bulan (75% hari produktif petani/peternak, dll), sehingga akumulasi pendapatan menjadi lebih rendah dibandingkan dengan yang lain.

Untuk menanggulangi permasalahan masyarakat pesisir, sejak tahun 2012 dicanangkan program Gerakan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (GEPEMP), di mana nelayan dan keluarganya menjadi objek program untuk diberdayakan dengan berbagai program mata pencaharian alternatif (MPA) dengan dukungan dari sub-sektor/bidang lain, seperti pertanian, peternakan, koperindag yang memungkinkan untuk dilakukan. ungkap Irwan Prayitno.

Sementara kata Dia, Strategi yang digunakan adalah mengoptimalkan seluruh potensi yang ada pada masyarakat pesisir agar memiliki mata pencaharian alternatif, dengan arah dan kebijakan makro sebagai berikut : pertama, Maksimalisasi produktifitas nelayan, mempunyai mata pencaharian alternatif di siang hari saat tidak ke laut dan di hari-hari tidak ke laut lainnya. Kedua, Memberikan pilihan diversifikasi pengetahuan yang berhubungan dengan kebutuhan aktifitas yang berkembang, seperti reparasi mesin kapal, pertukangan sipil, penjahit, dll. Ketiga, Memberikan mata pencaharian alternatif dari bidang/sub sektor lain bagi anggota keluarga produktif lainnya (istri dan anak-anak) seperti peternakan, pertanian, perdagangan, industri kecil dan menengah, dll sebagai penyokong ekonomi keluarga. Dan keempat, Diseminasi reguler tentang peningkatan kualitas hidup di wilayah pesisir, pendidikan, kesehatan, agama, ekonomi rumah tangga, kelompok usaha/koperasi, dll.

Katanya, untuk mewujudkan semua itu, program dan kegiatan strategis yang dilaksanakan adalah : Pertama, Peningkatan kapasitas SDM masyarakat pesisir, melalui berbagai pelatihan life-skill bagi nelayan dan anggota keluarganya seperti pelatihan mekanik, pekerjaan sipil, dan kewirausahaan kecil lainnya. Kedua, Memfasilitasi dan mengembangkan mata pencaharian alternatif bagi keluarga nelayan, berupa bantuan paket-paket peternakan, pertanian, perkebunan, perdagangan dan industri skala kecil. Ketiga, Diseminasi perbaikan kualitas hidup masyarakat pesisir, melalui kegiatan sosialisasi bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, lingkungan hidup, ekonomi rumah tangga, dll. Keempat, Peningkatan kapasitas sarana prasaran penangkapan, melalui bantuan sarana prasarana mesin long-tile, mesin tempel, alat tangkap dan alat bantu penangkapan bagi nelayan. Serta Kelima, Fasilitasi akses permodalan, melalui temu usaha dengan pihak perbankan dan perusahaan pembiayaan formal, temu usaha dengan pembeli dan investor lainnya. Yang Keenam, Perbaikan sarana dan prasarana lingkungan wilayah pesisir, melalui pengintegrasian program kegiatan terkait seperti PNPM, sanitasi, dll.

Ditambahkannya, Bentuk sinergi antar unit kerja yang telah dilaksanakan adalah berupa, Pertama, Kepariwisataan: Paket pelatihan industri jasa skala kecil; rumah makan, pondok wisata, wisata minat khusus berupa aktifitas nelayan yang dilakukan bersama wisatawan, dll.

Kedua, Pertanian/Peternakan/Perkebunan: Penyediaan paket-paket mata pencaharian alternatif di wilayah pesisir.

Ketiga, Perdagangan/Industri: Paket pelatihan kewirausahaan mandiri, pelatihan life-skill industri kecil, paket bantuan sarana dan prasarana terkait.

Keempat, Tenaga Kerja: Pelatihan life-skill terkait untuk optimalisasi produktifitas nelayan dan anggota keluarga.

Kelima, Pemberdayaan Perempuan: pemberdayaan wanita dan janda-janda di wilayah pesisir. Sedangkan ke enam, Pendidikan dan kesehatan: peningkatan pengetahuan dan kesehatan masyarakat pesisir.

Sementara kata IP, sampai tahun 2014 hasil yang telah dicapai adalah sebagai berikut:

1. Bantuan-bantuan yang sudah diberikan:

A. Dinas Kelautan dan Perikanan: sarana penangkapan berupa 599 unit mesin long tail, 256 unit jaring gill net monofillament, sebanyak 812 unit fish box, sebanyak 153 unit trammel net dan 80 unit perahu. Untuk sarana budidaya berupa jaring tancap sebanyak 201 paket dan lele terpal sebanyak 55 paket. Untuk sarana pengolahan dan pemasaran berupa 10 unit lemari asap, SPG roda 3 sebanyak 10 unit, etalase sebanyak 21 unit, alat pembuat abon ikan sebanyak 7 unit.

B. Dinas Peternakan: bantuan sapi.

C. Dinas Pertanian: pohon bibit sirsak dan pupuk kandang.

D. Dinas Tenaga Kerja: pelatihan kepada kelompok masyarakat, pemberian mesin jahit dan alat perbengkelan.

E. Badan Pemberdayaan Perempuan: etalase, penggiling daging, kuali besi, show case, blender, kompok gas dan lain lain.

F. Dinas Perindustrian dan Perdagangan: mixer, blender, oven dan loyang.

G. Dinas Pendidikan: Pelatihan untuk nelayan dan wanita nelayan dalam mengelola sumberdaya alam kelautan dan perikanan.

H. Dinas Kesehatan: makanan pengganti ASI (MP-ASI)

2. Melalui program terpadu ini dari 5.680 KK miskin di wilayah pesisir, yang sudah tersentuh bantuan adalah sebanyak 4.405 KK.

3. Melalui program ini pula telah terjadi peningkatan penambahan usaha masyarakat, kesejahteraan masyarakat (pendapatan) sebagai berikut:

A. Bantuan peralatan sarana pengolahan dan pemasaran hasil perikanan yang telah diberikan terutama kepada wanita nelayan, telah dimanfaatkan untuk pembuatan kue-kue, bakso ikan, nugget ikan, dan lain sebagainya untuk menambah penghasilan keluarga.

B. Bantuan sarana penangkapan yang diberikan Dinas Kelautan dan Perikanan telah meningkatkan pendapatan nelayan sebesar 20% – 30% dari pendapatan mereka sebelumnya.

C. Nelayan yang selama ini melakukan usaha penangkapan ikan dengan berdayung, kini sudah memiliki mesin sehingga memudahkan untuk pergi melaut dan juga menimbulkan rasa aman saat pergi ke laut.

D. Bantuan peralatan perbengkelan, nelayan dan masyarakat pesisir yang tadinya mengeluarkan upah untuk memperbaiki mesin kapal/perahu yang rusak, sekarang sudah dapat memperbaiki sendiri mesinnya dan bahkan ada nelayan yang menerima upah perbaikan mesin kapal/perahu nelayan lainnya. Para wanita nelayan yang pada mulanya tidak dapat menjahit, setelah mendapat pelatihan dan bantuan mesin jahit, telah dapat menerima upah jahit sehingga pendapatan keluarga meningkat dan para wanita juga dapat menggunakan waktu senggang dengan menerima upah jahitan.

E. Bantuan sapi yang diberikan dari Dinas Peternakan dapat mengembangkan usaha masyarakat pesisir sehingga waktu luang nelayan pada saat tidak melaut dapat digunakan untuk usaha beternak sapi.

F. Dari bantuan Dinas Perkebunan, terwujud peningkatan pengetahuan dan keterampilan wanita nelayan sehingga dapat membuat asap cair untuk bahan pengawetan sehingga dapat meningkatkan mutu hasil olahan perikanan.

G. Pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat baik untuk nelayan maupun wanita nelayan, telah menghasilkan tenaga-tenaga yang handal dalam mengelola sumberdaya alam kelautan dan perikanan untuk peningkatan ekonomi keluarga.

H. Pemberian makanan pengganti ASI bagi balita yang berada di wilayah pesisir yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, telah dapat membantu pengurangan angka Balita Kurang Gizi di wilayah pesisir.

"Alhamdulillah, pada tahun 2013, Sumbar mendapat penghargaan sebagai Provinsi Terbaik Pengelolaan Pesisir dan Pulau Kecil. Menurut penilaian Departemen Kelautan dan Perikanan Sumbar merupakan provinsi berprestasi dalam mendukung program pengelolaan sumber daya laut, pesisir dan pulau-pulau kecil," tutur Irwan Prayitno.

(Humas Sumbar)